Kamis, 4 Juni 2026

Ekonomi Bisnis

Dirut PEMA Mawardi Nur Tegaskan Visi Besar, Mulai Ekspor Kopi hingga Pelayaran Aceh-Penang

Pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan maksimal, sehingga dirasakan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat

Tayang:
Editor: Misran Asri
FOR PROHABA
PEMATERI FGD - Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Mawardi Nur, tampil sebagai pemateri dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pasca 20 Tahun Perdamaian: Antara Janji, Fakta, dan Masa Depan Ekonomi Aceh” yang digelar oleh Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Ar-Raniry pada Senin (8/9/2025) di UIN Ar Raniry, Banda Aceh. 

Pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan maksimal, sehingga dirasakan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat

PROHABA.CO BANDA ACEH - Direktur Utama (Dirut) PT Pembangunan Aceh (PEMA), Mawardi Nur, menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara maksimal agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Mawardi Nur saat tampil sebagai pemateri dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pasca 20 Tahun Perdamaian: Antara Janji, Fakta, dan Masa Depan Ekonomi Aceh” yang digelar Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Ar-Raniry Senin (8/9/2025) di UIN Ar Raniry, Banda Aceh. 

Acara tersebut menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Biro Pembangunan Aceh, T Robby Irza, S.SiT, MT.

Lalu, ada Wakil Kepala OJK Aceh, Firman Octo Armando, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman, M.Ag, serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry, Prof Dr Hafas Furqani, M.Ec. 

Diskusi menjadi ruang refleksi sekaligus pencarian formulasi baru demi memperkuat arah pembangunan ekonomi Aceh.

Baca juga: Sinergi untuk Kemajuan Aceh, PT PEMA Terima Audiensi PLN UID Aceh

Baca juga: Kerja Sama PT Pema Global Energi dan PT Pupuk Indonesia, Gubernur Mualem: Bisa Buka Peluang Kerja

Dalam pemaparannya, Mawardi menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan maksimal, sehingga benar-benar dirasakan langsung dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga memaparkan capaian terbaru PEMA, termasuk tujuh proyek unggulan yang siap beroperasi mulai dari pengelolaan rice miling unit (RMU).

Lalu, pengelolaan integrated cold storage (ICS) Lampulo, hingga rencana ekspor cangkang dan kopi Aceh.

“PEMA sedang mempersiapkan langkah besar, termasuk ekspor cangkang serta pengiriman kopi Aceh ke beberapa negara.” jelasnya.

Kemudian Mawardi turut menyambut rencana pelayaran langsung Krueng Geukueh - Penang yang menurutnya bukan sekadar jalur transportasi, melainkan peluang besar untuk memperluas ekspor dan barter dagang.

Baca juga: PT PEMA Lifting Perdana Sulfur Melalui Pelabuhan Kuala Langsa

Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengawal pembangunan daerah. 

“Sumber daya alam Aceh melimpah, namun keberhasilan pengelolaannya membutuhkan keterlibatan generasi muda. Kantor PEMA terbuka untuk berdialog dan menampung aspirasi,” katanya.

Diskusi ditutup dengan ajakan Mawardi agar seluruh elemen masyarakat terus bersinergi mendukung kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) demi mewujudkan Aceh yang sejahtera. (*)

Baca juga: PEMA Setor Dividen Rp 24,3 Miliar ke Pemerintah Aceh

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved