Jumat, 24 April 2026

Berita Gayo Lues

Akses Terputus Akibat Longsor, Jalan Nasional Kutacane–Blangkejeren Lumpuh Dua Pekan

Akses transportasi di jalan Nasional Kutacane–Blangkejeren, penghubung utama Tanah Alas dan Gayo Lues, masih lumpuh setelah dihantam bencana longsor

Editor: Muliadi Gani
Serambi Indonesia/Bustami/serambinews
JALAN PUTUS - Ridwansyah anggota DPRK F Gerindra menyoroti vital nya peranan Jalan Nasional Kota Cane - Blangkejeren lokasi Putri Betung terhadap kebutuhan pokok ribuan masyarakat Gayo Lues dan terhadap roda perekonomian, Rabu (10/12/2025). jalan ini merupakan nadi pergerakan ekonomi daerah. Lebih dari 90 persen kebutuhan pokok masyarakat Gayo Lues dipasok dari Medan melalui jalur darat. 

Ringkasan Berita:
  • Jalan Nasional Kutacane–Blangkejeren lumpuh total akibat longsor, membuat akses mobil terputus hampir dua pekan dan warga hanya bisa lewat jalur setapak.
  • Pasokan kebutuhan pokok terancam, karena lebih dari 90 persen kebutuhan Gayo Lues berasal dari Medan melalui jalur darat tersebut.
  • Proses perbaikan sangat berisiko, operator alat berat bekerja di medan labil dan jurang curam, sementara pemerintah diminta mempercepat penanganan demi ribuan warga yang bergantung pada akses ini.

 

PROHABA.CO, GAYO LUES - Akses transportasi di jalan Nasional Kutacane–Blangkejeren, penghubung utama Tanah Alas dan Gayo Lues, masih lumpuh setelah dihantam bencana longsor pada 27 November 2025. 

Ruas jalan vital tersebut hancur total, membuat kendaraan roda empat tak dapat melintas hampir dua pekan.

Sepeda motor pun hanya bisa menembus jalur setapak buatan warga.

Anggota DPRK Gayo Lues dari Fraksi Gerindra, Ridwansyah, menegaskan bahwa jalan ini merupakan nadi pergerakan ekonomi daerah.

Lebih dari 90 persen kebutuhan pokok masyarakat Gayo Lues dipasok dari Medan melalui jalur darat.

“Jika perbaikan tidak segera dilakukan, masyarakat bisa menghadapi situasi yang sulit dibayangkan,” ujarnya saat meninjau lokasi longsor di Dusun Tetumpun, Desa Kungke Jaya.

Di lapangan, antrean pengendara motor tampak mengular.

Seorang pengendara, Dedi, mengaku menempuh medan berat demi memperoleh kebutuhan harian dari Blangkejeren.

“Stok dapur menipis.

Baca juga: Akses Blangkejeren–Aceh Tenggara Lumpuh Total, Warga Gayo Lues Mulai Krisis Kebutuhan Pokok

Baca juga: Korban Meninggal Banjir Sumatera Meningkat Jadi 964 Orang, 264 Masih Hilang

Tidak ada pilihan lain,” katanya.

Sementara itu, operator alat berat menghadapi risiko ekstrem saat membuka akses jalan.

Robi, pemilik alat berat, menjelaskan bahwa tanah labil dan jurang curam membuat pekerjaan sangat berbahaya.

“Sedikit saja salah, alat bisa jatuh ke dasar Sungai Alas.

Nyawa taruhannya,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved