Minggu, 19 April 2026

Haba Parlemen

Dedikasi Senyap Bunda Salma: Suara Perempuan Aceh di Parlemen

Ia dikenal aktif mendorong berbagai terobosan sosial, terutama dalam membantu anak-anak sekolah pascabencana

Editor: IKL
Istimewa
Hj. Salmawati, S.E., M.M (Bunda Salma) 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Figur Bunda Salma semakin dikenal publik Aceh sebagai legislator perempuan yang bukan hanya berpengaruh dalam percaturan politik, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat terhadap kebutuhan masyarakat. Di tengah dinamika politik daerah, kehadirannya dipandang sebagai kekuatan pemersatu yang mampu menghubungkan aspirasi warga dengan arah kebijakan pembangunan.

“Berbagai langkah dan rekam jejak yang kita lakukan, mencerminkan kepemimpinan yang penuh makna dan keberpihakan nyata kepada masyarakat,” ucap Bunda Salma di Banda Aceh, Rabu (18/2/2026).

Bagi kalangan masyarakat dan pengamat politik lokal, sorotan terhadap pemilik nama lengkap Hj. Salmawati, S.E., M.M itu bukan karena minim prestasi, melainkan justru karena konsistensi kerja dan keteguhan sikapnya dalam memperjuangkan kepentingan publik.

Ia dikenal aktif mendorong berbagai terobosan sosial, terutama dalam membantu anak-anak sekolah pascabencana melalui penyaluran bantuan pendidikan bagi siswa SD, SMP, hingga SMA. Bahkan, dukungan terhadap siswa berprestasi melalui bantuan kendaraan ramah lingkungan menjadi salah satu program yang diapresiasi luas.

Meski dikenal sebagai istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), Bunda Salma dinilai berdiri di atas kemandirian politiknya sendiri. Ia tidak bertumpu pada nama besar keluarga, tetapi membangun reputasi melalui kerja nyata di lapangan.

Kehadirannya di tengah masyarakat, terutama di daerah terdampak bencana, menunjukkan kepedulian yang melampaui simbol jabatan. Ia kerap turun langsung menyusuri wilayah lumpur dan hujan demi memastikan bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan.

Di Komisi III DPRA, Bunda Salma dikenal vokal sekaligus konstruktif dalam menyuarakan gagasan kebijakan. Salah satu perhatiannya adalah peningkatan pendapatan daerah melalui kepatuhan pajak kendaraan.

Ia bahkan turun langsung ke Samsat untuk mengampanyekan kesadaran pajak dan mendorong optimalisasi pendapatan Aceh.

Selain itu, ia tegas mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh agar tertib pajak dan menggunakan pelat BL sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap daerah.

Komitmennya juga terlihat dalam pengawasan perusahaan daerah dan kegiatan kunjungan kerja legislatif. Bunda Salma aktif memastikan bahwa potensi ekonomi Aceh benar-benar memberi manfaat bagi kas daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, kepeduliannya terhadap mahasiswa, pemuda, dan komunitas sosial menjadikannya figur yang kerap menjadi rujukan solusi, baik dalam bantuan kegiatan, advokasi, maupun dukungan kemanusiaan.

Sebagai Sekretaris PMI Aceh, peran Bunda Salma semakin terasa dalam aksi kemanusiaan pascabencana. Ia dikenal tak kenal lelah menjangkau wilayah tengah, timur, selatan, hingga utara Aceh, sering kali tanpa sorotan publik.

Keteguhan langkahnya di tengah medan berat menunjukkan spirit perempuan pejuang yang bekerja senyap namun berdampak luas.

Bagi banyak kalangan, Bunda Salma adalah representasi legislator perempuan Aceh yang tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga hangat dalam kemanusiaan—sebuah magnet harapan bagi masyarakat.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved