Senin, 4 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Rp380 Miliar Digelontorkan, Pemerintah Aceh Percepat Pemulihan Lahan Pertanian

Menurut M Nasir, total anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut mencapai Rp380,03 miliar. 

Tayang:
Editor: IKL
Istimewa
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp380 miliar pada tahun 2026 untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi sektor pertanian di wilayah terdampak bencana. 

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

PROHABA.CO, BANDA ACEH — Pemerintah Aceh terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian pascabencana sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan memulihkan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, Minggu (3/5/2026), terkait progres pelaksanaan program strategis sektor pertanian yang tengah berjalan di sejumlah kabupaten/kota.

Menurut M Nasir, total anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut mencapai Rp380,03 miliar. 

Anggaran ini mencakup kegiatan optimasi lahan (oplah), rehabilitasi sawah, hingga pembangunan infrastruktur pendukung seperti irigasi dan jalan usaha tani.

“Pemerintah Aceh saat ini fokus mempercepat seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga konstruksi dan pengolahan lahan, agar lahan terdampak bencana segera kembali produktif,” ujarnya.

Untuk kegiatan oplah pada sawah dengan kerusakan ringan, dialokasikan anggaran Rp155,66 miliar yang mencakup 16 kabupaten/kota dengan luas 27.071 hektare. 

Tahap perencanaan (SID/DRT) yang dilaksanakan oleh USK, Unimal, dan Unsam telah mencapai 12.205 hektare atau sekitar 45 persen.

Selanjutnya, kegiatan konstruksi oplah dengan anggaran Rp124,52 miliar akan dilaksanakan setelah perencanaan rampung, disusul pengolahan lahan senilai Rp24,36 miliar yang dikelola pemerintah kabupaten/kota.

Sementara itu, untuk lahan dengan kerusakan sedang, dialokasikan anggaran rehabilitasi sebesar Rp65,23 miliar yang mencakup lima kabupaten dengan luas 4.393 hektare. 

Hingga kini, progres konstruksi yang dikerjakan kelompok tani bersama TNI telah mencapai sekitar 3.981 hektare.

Di sektor irigasi, pembangunan irigasi perpompaan direncanakan sebanyak 641 unit di 16 kabupaten/kota dengan anggaran Rp98,07 miliar. 

Saat ini, sebanyak 70 unit atau sekitar 3,49 persen dalam tahap pengerjaan.

Pembangunan irigasi perpipaan sebanyak 149 unit di 13 kabupaten/kota dengan anggaran Rp14 miliar telah mencapai progres sekitar 24 persen. 

Sementara pembangunan bangunan konservasi sebanyak 45 unit senilai Rp5,4 miliar masih dalam tahap persiapan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved