Selasa, 9 Juni 2026

Berita Nasional

Milad ke-24 BSMI,  Mengabdi untuk Kemanusiaan, dari Aceh hingga Gaza

Selama 24 tahun, BSMI berupaya hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Dari berbagai bencana di Indonesia hingga krisis kemanusiaan

Tayang:
Editor: IKL
PROHABA/Hari Teguh Patria
Relawan BSMI sedang melaksanakan layanan kesehatan gratis 

Selama 24 tahun, BSMI berupaya hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Dari berbagai bencana di Indonesia hingga krisis kemanusiaan internasional, kami terus menjalankan amanah kemanusiaan secara profesional dan berkelanjutan

PROHABA.CO, JAKARTA — Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) genap berusia 24 tahun pada 8 Juni 2026. 

Selama lebih dari dua dekade, organisasi kemanusiaan ini terus hadir dalam pelayanan kesehatan, penanggulangan bencana, hingga misi kemanusiaan internasional, dari berbagai pelosok Indonesia hingga wilayah konflik Gaza, Palestina.

Sebagaimana rilis yang dikirim ke Prohaba.co, Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional BSMI, Muhammad Djazuli Ambari, mengatakan perjalanan panjang BSMI merupakan wujud komitmen relawan, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen organisasi dalam melayani masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.

2026-06-08 at 20.37.49_2

“Selama 24 tahun, BSMI berupaya hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Dari berbagai bencana di Indonesia hingga krisis kemanusiaan internasional, kami terus menjalankan amanah kemanusiaan secara profesional dan berkelanjutan,” ujar Djazuli, Senin (8/6/2026).

Saat ini, BSMI memiliki jaringan di 24 provinsi dan 155 kabupaten/kota di Indonesia. Jaringan tersebut menjadi kekuatan utama dalam mempercepat respons bencana, pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat hingga ke daerah-daerah.

Di tingkat internasional, BSMI aktif menjalankan berbagai misi kemanusiaan di negara yang dilanda konflik dan bencana. Salah satunya melalui pengiriman Emergency Medical Team (EMT) Indonesia ke Gaza, Palestina, yang diperkuat 14 dokter spesialis untuk memberikan pelayanan medis bagi korban konflik kemanusiaan.

Selain Palestina, BSMI juga terlibat dalam berbagai operasi kemanusiaan internasional, seperti bantuan gempa bumi di Turki dan Nepal, bantuan banjir di Bangladesh, pelayanan pengungsi Rohingya di Bangladesh dan Myanmar, bantuan korban topan di Filipina, hingga dukungan kemanusiaan untuk korban gempa di Myanmar.

Di dalam negeri, BSMI aktif dalam penanganan berbagai bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, erupsi gunung api, hingga krisis kesehatan masyarakat. 

Tidak hanya pada fase tanggap darurat, BSMI juga menjalankan program rehabilitasi, pemulihan pascabencana, pendidikan kebencanaan, layanan kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan komunitas.

Dalam bidang pendidikan dan pengembangan keilmuan, BSMI juga mengelola jurnal kemanusiaan Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal (ICONHUM).

Salah satu peran aktif daerah terlihat dari kiprah BSMI Provinsi Aceh di bawah kepemimpinan Tedy Kurniawan Bakri, M.Farm., Apt. 

Saat banjir besar melanda Aceh pada akhir 2025 hingga awal 2026, BSMI Aceh bersama BSMI Pusat menerjunkan relawan dan tenaga kesehatan ke sejumlah wilayah terdampak, seperti Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, dan Aceh Timur.

Sebagai bagian dari pemulihan pascabencana, BSMI mendirikan Klinik BSMI di Aceh Tamiang yang masih memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat hingga saat ini. 

BSMI Aceh juga melaksanakan berbagai program kemanusiaan seperti pengobatan gratis, sunatan massal, mobile clinic, hingga membantu membersihkan rumah warga yang terdampak banjir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved