Breaking News:

Undangan Nikah Gadis 12 Tahun dengan Pria 37 Tahun Bikin Heboh

Sebuah undangan pernikahan yang beredar di dunia maya belum lama ini, akhirnya menjadi kontroversi

Editor: bakri
JAKARTA - Sebuah undangan pernikahan yang beredar di dunia maya belum lama ini, akhirnya menjadi kontroversi. Penyebabnya, di undangan tersebut terpampang foto seorang anak remaja sebagai calon pengantin wanitanya dan seorang pria dewasa sebagai calon mempelai prianya.

Undangan tersebut berasal dari blog sang calon mempelai wanita yang diketahui bernama Thea. Undangan diunggah ke blog tersebut pada 15 September 2014 lalu. “Aku baru mengetahui dari ibuku kemarin kalau aku akan menikah. Aku akan dinikahi pria bernama Geir dan ini sedikit aneh karena aku tahu dia sudah sangat dewasa,” begitu tulis Thea pada postingan pertamanya soal pernikahan. Semua tulisan dalam blog tersebut dibuat dalam bahasa Norwegia karena memang dari sanalah Thea berasal.

Dalam tulisan selanjutnya Thea kemudian mengungkapkan kalau saat ini dia berusia 12 tahun dan duduk di kelas 7. Dia akan menikah dengan Geir yang berusia 37 tahun. “Pada 11 Oktober 2014 aku akan menikah, jadi di blog ini kalian bisa membaca semua hal tentang isi pikiranku dan persiapanku sampai hari pernikahan,” tulisnya lagi.

Isi blog Thea semakin menjadi kontroversi ketika pada awal Oktober dia mengunggah tulisan dengan judul ‘Do I do it with Geir’. Dalam tulisannya itu dia mengungkapkan tengah mencari tahu tentang aktivitas seks setelah menikah.

Setelah membaca blog Thea tersebut, seperti diungkapkan berbagai media, salah satunya Mamamia, pembaca langsung merespons dan menghubungi pihak kepolisian. Mereka melaporkan adanya pelanggaran terhadap hak anak. Apalagi di Norwegia, pernikahan di bawah umur adalah sebuah pelanggaran hukum.

Dan setelah blog Thea itu menghebohkan dunia maya, barulah duduk peristiwa yang sebenarnya terungkap. Ternyata apa yang ditulis Thea dalam blognya merupakan sebuah kampanye viral yang digagas oleh Plan International, organisasi yang fokus pada perkembangan anak tanpa memandang suku, agama, ras dan politik. Plan sudah membantu 78 juta anak yang ada di 50 negara berkembang untuk mendapatkan haknya dan mengangkat mereka dari kemiskinan.

Pihak Plan International sengaja membuat kampanye viral tentang pernikahan tidak nyata Thea tersebut untuk membangkitkan kesadaran penduduk dunia soal masih banyaknya pernikahan anak di bawah umur yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Menurut data mereka, ada 39 ribu anak di bawah 18 tahun di berbagai muka bumi yang dipaksa menikah. Peristiwa pernikahan paksa anak di bawa umur ini terjadi setiap hari, seperti yang dialami oleh Thea. Dan banyak orang tidak menyadari bahwa hari ‘pernikahan’ Thea dengan Geir yang ditulis di undangan yaitu 11 Oktober 2014 adalah Hari Anak Perempuan International.(*/tic)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved