Senin, 4 Mei 2026

Tahukah Anda

Daging Olahan dan Minuman Manis Terbukti Mempercepat Penurunan Fungsi Otak

Selama ini, makanan ultraproses (ultra-processed foods/UPFs) telah menjadi sorotan lantaran kaitannya dengan obesitas, diabetes tipe 2

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Muliadi Gani
kompas.com
DAGING OLAHAN - Ilustrasi daging olahan. Daging Olahan dan Minuman Manis Terbukti Mempercepat Penurunan Fungsi Otak 

Ringkasan Berita:
  • Daging olahan ultraproses dan minuman manis terbukti menjadi dua jenis UPF paling berbahaya, meningkatkan risiko gangguan kognitif masing-masing 17 persen dan 6 % .
  • Kombinasi makanan seperti pizza daging + soda disebut sebagai “double brain bomb” karena dapat mempercepat penurunan fungsi otak.
  • Peneliti menekankan pentingnya mengurangi konsumsi UPF tertentu dan meningkatkan keterampilan memasak sebagai langkah sederhana untuk melindungi kesehatan otak.

 

PROHABA.CO -  Pola makan tinggi makanan olahan dan minuman manis dapat mempercepat penurunan fungsi otak dan memicu kepikunan di usia lanjut. 

Selama ini, makanan ultraproses (ultra-processed foods/UPFs) telah menjadi sorotan lantaran kaitannya dengan obesitas, diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, hingga depresi.

Namun kini, serangkaian temuan terbaru dari Virginia Tech, Amerika Serikat, mengungkap dampak lain yang tak kalah serius: kerusakan kesehatan otak dan peningkatan risiko gangguan kognitif.

Studi besar tersebut menyoroti secara khusus bahwa tidak semua UPF memiliki bahaya yang sama.

Dua kategori muncul sebagai “tersangka utama”: daging olahan ultraproses dan minuman manis bergula.

Bahkan, para peneliti menyebut kombinasi keduanya misalnya pizza daging dan minuman cola sebagai “double brain bomb”, ancaman ganda yang dapat mempercepat penurunan fungsi otak.

Tim peneliti menggunakan data dari University of Michigan Health and Retirement Study, salah satu studi longitudinal terbesar di Amerika. 

Penelitian ini melacak 4.750 orang berusia 55 tahun ke atas selama 2014–2020, dengan evaluasi kognitif setiap dua tahun.

Fokus utama penelitian: makanan cepat saji spesifik apa yang memicu percepatan penurunan kognitif dan risiko demensia, termasuk Alzheimer?

Hasilnya cukup mengejutkan. Dari seluruh jenis UPF, dua kategori tampil paling berbahaya:

Analisis menemukan: 

- produk hewani ultraproses

Individu yang mengonsumsi setidaknya satu porsi tambahan per hari menunjukkan peningkatan risiko sebesar 17 persen untuk mengalami masalah kognitif;

- minuman manis gula  

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved