Kamis, 9 April 2026

Tahukah Anda

Versi Terbaru Kebutuhan Protein Manusia Per Hari, Berikut Penjelasan Ahli

Protein adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan memperbaiki sel agar bisa berfungsi dengan baik.

Editor: Muliadi Gani
a_namenko
KOMBINASI PROTEIN - Pakar gizi mengungkapkan pentingnya kombinasi antara protein hewani dan nabati untuk mendukung gaya hidup aktif. 

Ringkasan Berita:
  • Kebutuhan protein tidak setinggi tren media sosial RDA menetapkan 0,8 g/kg/hari sebagai minimum, sementara banyak influencer memberi saran berlebihan tanpa bukti.
  • Asupan optimal bervariasi Beberapa peneliti menyarankan 1,2–1,6 g/kg/hari tergantung usia dan aktivitas, dan konsumsi di atas itu tidak memberi manfaat tambahan.
  • Kualitas protein penting Protein hewani lebih lengkap asam aminonya, sementara protein nabati membutuhkan variasi lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

 

PROHABA.CO -  Penting untuk memenuhi kebutuhan protein harian agar menjaga kesehatan tubuh secara optimal.

Dalam sehari, Anda membutuhkan protein sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan.

Protein adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan memperbaiki sel agar bisa berfungsi dengan baik.

Nutrisi ini mudah ditemukan dalam berbagai jenis makanan dan penting untuk mendapatkan protein dalam makanan setiap hari.

Produk Tinggi Protein Membanjiri Pasar, Ilmuwan Ingatkan Risiko Misinformasi

Pasar makanan tinggi protein meledak dalam beberapa tahun terakhir. Snack bar, yogurt, es krim, bahkan air mineral berlabel “high protein” kini mudah ditemukan di rak-rak supermarket.

Dorongan dari tren hidup sehat dan promosi para fitness influencer membuat industri suplemen protein berkembang menjadi bisnis bernilai puluhan miliar dolar AS.

Namun, di balik euforia tersebut, para ilmuwan memperingatkan: kebutuhan protein manusia tidak setinggi yang digaungkan media sosial.

Katherine Black, ahli gizi olahraga dari University of Otago, Selandia Baru mengaku frustrasi melihat rekomendasi berlebihan yang beredar di internet.

“Tidak ada bukti yang mendukung klaim-klaim itu,” tegasnya, dikutip dari jurnal Nature.

Black menekankan bahwa kebutuhan protein setiap orang bervariasi dan dapat berubah sepanjang hidup.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Protein yang Bisa Memperlambat Penuaan, Berikut Penjelasannya

Namun, obsesi terhadap bubuk protein dan makanan yang diperkaya protein sebagian besar didorong oleh pemasaran yang agresif.

Fernanda Marrocos, seorang peneliti spesialis gizi dari University of São Paulo di Brasil, menambahkan bahwa obsesi ini dipicu oleh industri.

“Mitos peningkatan kebutuhan protein telah meresap ke dalam imajinasi populer, termasuk di kalangan profesional kesehatan, dan telah diperkuat secara nyaman oleh industri makanan,” ujar Fernanda Marrocos.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved