OTK Lempar Sabu Diikat Batu ke Lapas Blangpidie

Satu paket narkotika jenis sabu dilempar orang tak dikenal (OTK) dari luar akhirnya jatuh atau mendarat di atas atap seng bangunan Lembaga

Editor: bakri
OTK Lempar Sabu Diikat Batu ke Lapas Blangpidie
FOTO SATNARKOBA POLRES ABDYA
Petugas Sat Narkoba Polres Abdya melakukan penggeledahan sel salah satu blok Lapas Kelas IIB Blangpidie, Senin (18/1/2021) malam. Pengeledahan dilancarkan setelah ditemukan satu paket kecil sabu yang diikat dengan batu dilempar seorang dari luar kemudian jatuh di atas atap seng lapas.

* Jatuh di Atas Seng

* Polisi Geledah Sel Tahanan

BLANGPIDIE - Satu paket narkotika jenis sabu dilempar orang tak dikenal (OTK) dari luar akhirnya jatuh atau mendarat di atas atap seng bangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Upaya memasok sabu yang gagal ke dalam lapas yang berlokasi di Desa Alue Dama, Kecamatan Setia itu terjadi pada Senin (18/1/2021) malam, dan segera dilaporkan oleh Kepala Lapas Kelas IIB Blangpidie, Akhmad Widodo, BcIP, SSos kepada Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution, SIK.

Sesaat mendapat laporan, Kapolres AKBP Muhammad Nasution langsung memerintahkan Kasat Narkoba, Iptu Mahdian Siregar bersama sejumlah anggota untuk melancarkan pengeledahan sel tahanan di lapas itu sebagai langkah awal penyelidikan. Tindakan penggeladahan dilancarkan  atas izin dari Kepala Lapas Kelas IIB Blangpidie.

“Atas perintah Kapolres, malam itu juga kita lakukan penggeledahan sel salah satu blok yang dicurigai, namun tak ditemukan apa-apa,” kata Kapolres AKBP Muhammad Nasution melalui Kasat Narkoba, Iptu Mahdian Siregar saat dihubungi Prohaba, Rabu (20/1/2021).      

Sedangkan barang bukti satu paket kecil sabu yang dilempar seseorang dari luar lapas dan kemudian jatuh di atas atap seng tersebut sudah diserahkan Kepala Lapas Kelas II Blangpidie kepada Kasat Narkoba untuk penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui siapa gerangan yang memesan barang haram itu.

Sebelumnya, Kepala Lapas Kelas IIB Blangpidie, Akhmad Widodo, BcIP, SSos kepada awak media menjelaskan, pada Senin (18/1/2021) malam sekira pukul 19.30 WIB atau selepas Magrib, petugas piket mendengar suara keras seperti benda padat jatuh di atas permukaan atap lapas.

Curiga mendengar suara dentuman keras itu, petugas piket segera melakukan pemeriksaan dan akhirnya menemukan satu batu dibalut kertas plastik diikat dengan karet. Benda tersebut ditemukan di atas beton di belakang kamar 5 Blok  B, setelah jatuh dari permukaan atap akibat lembaran yang gagal.

Setelah balutan batu dibuka, ditemukan satu paket kecil berisi sabu. Kalapas segera melaporkan peristiwa tersebut kepada Kapolres Abdya. Paket kecil sabu yang dibungkus bersama batu sebagai media pemberat itu diduga sengaja dilempar seseorang dari dari luar dan ditujukan kepada penghuni lapas setempat.

Hanya saja, lemparan batu yang diikat paket sabu tersebut kurang kuat dan akhirnya mendarat di atas atap seng salah satu blok di Lapas Blangpidie. Dari atas atap, benda tersebut jatuh di atas beton di belakang salah satu kamar sel. Hingga saat ini, belum diketahui sosok penghuni lapas yang memesan paket sabu yang gagal kirim tersebut.

Paket sabu yang dibalut bersama batu tersebut diduga sengaja dilempar seseorang dari luar pagar lapas. Lokasi lembaran diduga dari jalan inspeksi saluran Irigasi Teknis Kuta Tinggi, Blangpidie yang membentang di samping kiri bangunan lapas. Jalan saluran irigasi teknis di kaki gunung Desa Alue Dama itu hanya berjarak antara 10 atau 15 meter dari pagar beton/atap seng bangunan Lapas Blangpidie. Letak badan jalan itu pun lebih tinggi atau paling tidak sama dengan ketinggian atap bangunan lapas.

Dari posisi tersebut, diperkirakan mudah bagi seseorang mengirimkan barang terlarang untuk penghuni lapas dengan cara melempar dari luar pagar beton pengaman setelah diberi pemberat seperti batu. Namun, lemparan paket sabu tersebut tidak berhasil menembus perkarangan bagian dalam lapas, melainkan mendarat atau jatuh di atas atap seng.

Sebagai cacatan, Lapas Kelas IIB Blangpidie dibangun di areal persawahan yang terletak di kaki gunung Desa Alue Dama, Kecamatan Setia. Lapas in, diresmikan Menkumham pada 27 April 2015 lalu. Saat ini, Lapas Blangpidie dihuni 103 orang, terdiri dari 93 narapidana (napi) dan 10 tahanan. Dari jumlah 103 penghuni tersebut, sebanyak 64 orang (sekitar 60 persen) di antaranya merupakan napi dan tahanan kasus narkotika.(nun)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved