Breaking News:

Miliki dan Rakit Senjata, Pria Aceh Jaya Ditangkap

Kepolisian Resor (Polres) Aceh Jaya menahan seorang pria dalam kasus dugaan kepemilikan senjata api (senpi) ilegal

PROHABA/RISKI BINTANG
PIHAK Polres Aceh Jaya saat melakukan konferensi pers di mapolres setempat, Selasa (16/2/2021) terkait kasus kepemilikan senjata rakitan oleh pria berinisial RFR (25), warga Desa Panton Makmur, Kecamatan Krueng Sabee. 

CALANG - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Jaya menahan seorang pria dalam kasus dugaan kepemilikan senjata api (senpi) ilegal. Pria yang berinisial RFR (25), warga Desa Panton Makmur, Kecamatan Krueng Sabee, itu diamankan setelah diketahui memiliki sepucuk senjata api laras panjang hasil rakitan (nonpabrikan).

Hal itu diungkapkan Kapolres Aceh Jaya dalam konferensi pers yang dilaksanakan di mapolres setempat, Selasa (16/2/2021) siang.

Kapolres Aceh Jaya, AKBP Harlan Amir didampingi Kasatreskrim AKP Miftahuda Dizha menjelaskan, awalnya ada warga yang menginformasikan bahwa di lokasi pengolahan emas milik RFR di wilayah itu digunakan karbon aktif. Bahan beracun dan berbahaya ini dapat merusak lingkungan.

Berbekal informasi tersebut, Kasat Reskrim Polres Aceh Jaya, AKP Miftahuda Dizha Fezuon bersama tim langsung mendatangi lokasi pengolahan emas tersebut. Ternyata, yang ditemukan di lokasi justru senjata api rakitan dan sejumlah amunisi.

“Di lokasi tersebut tim Satreskrim menemukan sepucuk senjata rakitan laras panjang, satu alat peredam rakitan, satu magasin rakitan, satu magasin laras panjang yang sudah dipotong, dua butir peluru, dua pisau, dan beberapa barang bukti lainnya. Semuanya sudah kita sita,” ujar  Harlan Amir saat jumpa pers di Mapolres Aceh Jaya, Selasa.

AKBP Harlan menambahkan, bedasarkan keterangan tersangka, senjata tersebut sudah pernah dia gunakan untuk berburu rusa.

Pihak Polres Aceh Jaya masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Termasuk menyelidiki kepemilikan amunisi oleh tersangka. Direncanakan, amunisi tersebut akan dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik Polri Cabang Medan untuk uji balistik.

“Saat ini tersangka diamankan di Mapolres Aceh Jaya," tutupnya. 

Tersangka dijerat penyidik dengan Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman kurungan paling lama 20 tahun. (c52)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved