Kamis, 16 April 2026

Usai Bunuh Teman Kencan, Wanto Kabur Tanpa Busana

Seorang pria yang lari naik sepeda motor (sepmor) dalam keadaan telanjang berhasil dibekuk polisi. Pria bernama M Irwanto (24) itu menjadi buronan ..

Editor: Muliadi Gani
FOTO: DOK POLRES MOJOKERTO
Seorang pria yang lari dengan mengendari sepeda motor dalam keadaan telanjang berhasil dibekuk polisi. Ia ternyata tak punya uang untuk membayan layan plus-plus yang diberikan kawan kencannya. Alhasil, korban ia habisi. 

PROHABA, MOJOKERTO - Seorang pria yang lari naik sepeda motor (sepmor) dalam keadaan telanjang berhasil dibekuk polisi.

Pria bernama M Irwanto (24) itu menjadi buronan polisi setelah diduga membunuh seorang terapis Panti Pijat Berkah di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

M Irwanto alias Wanto akhirnya berhasil diringkus Sat Reskrim Polresta Mojokerto untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tersangka diketahui merupakan warga Dusun Wuluh, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi menjelaskan, pelaku berhasil ditangkap setelah petugas menyebarkan sketsa wajah ke sejumlah tempat umum dan angkutan umum.

Setelah penyebaran sketsa wajah itu, kata Deddy, banyak warga yang menginformasikan tentang keberadaan Wanto.

“Sehingga mengerucut kepada identitas seseorang yang diduga pelakunya,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (19/2/2021).

Dalam konferensi pers tersebut, terungkap fakta bahwa pelaku dengan sengaja melakukan pembunuhan berencana.

Baca juga: Enam Santriwati Mengaku Dicabuli Pimpinan Ponpes, Dilakukan Saat Korban Tahajud

Ia nekat membunuh korban bernama Ambarawati alias Santi (35) karena tidak memiliki uang untuk membayar pijat terapis plus-plus.

“Pelaku sengaja mendatangi panti pijat tersebut dengan tidak berbekal uang, sehingga menyiapkan senjata bendo (golok) yang dibawa tersangka di dalam ransel,” imbuhnya.

Tersangka sendiri sudah dua kali mengunjungi panti pijat tersebut.

Wanto juga mengaku sudah melakukan hubungan badan dengan terapis tersebut, sehingga sudah cukup hafal kondisi di sekitar.

Menurut Kapolresta Mojokerto, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (4/2/2021).

Berawal dari pelaku yang menonton video porno, sehingga muncul hasrat untuk berhubungan badan.

Karena tidak memiliki uang, pelaku menyiapkan senjata tajam dengan niat membunuh kawan kencannya seusai berhubungan badan.

Setelah menyiapkan semua perlengkapan, pelaku pun berangkat ke tempat Panti Pijat Berkah.

Setiba di panti pijat tersebut, pelaku langsung minta dipijat.

Baca juga: Mahasiswa Cabuli Dua Bocah, Dinodai di Mushala

Kebetulan pada saat itu ada dua terapis, yakni korban Santi dan Tatik (44).

Wanto juga sempat ditawari untuk berhubungan badan oleh korban dan langsung dia iyakan.

Setelah aktivitas berhubungan usai, pelaku berpura-pura menanyakan tarif.

Namun, karena tidak membawa uang, maka Wanto langsung membunuh korban Santi

“Setelah berhubungan, terjadi penusukan yang dilakukan oleh pelaku dengan bendo yang mengakibatkan luka di bagian punggung dua kali dan leher satu kali, sehingga korban meninggal,” jelas Deddy.

Pelaku kemudian keluar dari ruangan tersebut dengan membawa pisau.

Sementara Tatik yang mengetahui kejadian itu langsung teriak minta tolong.

Mendengar suara minta tolong dari Tatik, kemudian Wanto menebas tubuhnya.

Pelaku kemudian lari menggunakan sepmor dalam kondisi masih telanjang.

Wanto mengaku hasrat seks yang terpendam selama dua bulan tidak tersalurkan karena pisah ranjang dengan istrinya yang tengah mengandung anak pertamanya.

Seperti diketahui pada Kamis (4/2/2021), warga Jalan Mlirip digegerkan dengan pembunuhan di Panti Pijat Berkah yang mengakibatkan Ambarwati (35) warga Nganjuk meninggal di lokasi.

Kasus itu juga membuat Tatik harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka bacok. (serambinews.com/ar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved