Breaking News:

Siapa pun Bisa Tertular Covid-19 dari Makanan

JIKA virus corona bisa ditularkan melalui droplet (cairan atau lendir) dari orang yang terinfeksi, baik saat berbicara, batuk, maupun saat bersin ...

FOTO: SHUTTERSTOK
Makanan beku. Penularan Covid-19, virus corona, pada makanan beku sangat minim terjadi. Namun, peluangnya besar melalui permukaan makanan yang terbuka, apalagi di tempat umum. 

PROHABA.CO - JIKA virus corona bisa ditularkan melalui droplet (cairan atau lendir) dari orang yang terinfeksi, baik saat berbicara, batuk, maupun saat bersin, maka apakah makanan bisa juga menularkan Covid-19?

Untuk diketahui, droplet yang mengandung virus juga bisa mendarat di berbagai permukaan, termasuk permukaan makanan.

Meskipun lebih jarang, virus corona juga dapat ditularkan melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi dan kemudian orang yang memegangnya, lalu menyentuh hidung, mulut, atau matanya. 

Karena itu, muncul kekhawatiran terhadap penularan Covid-19 dari makanan atau kemasan makanan yang dibeli, baik di restoran maupun di supermarket.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, risiko terjadinya penularan Covid-19 melalui makanan ini sebenarnya sangat rendah.

Dilansir dari Healthline, Jumat (12/3/2021), virus SARS-CoV-2 membutuhkan sel inang yang hidup untuk berkembang.

Tidak seperti bakteri atau jamur, mereka tidak dapat berkembang biak di dalam atau pada makanan.

Baca juga: Ada Empat Pertanyaan Belum Terjawab soal Vaksin Covid-19

Virus corona masih mungkin ada pada makanan dan memang dalam beberapa penelitian telah ditemukan bahwa virus dapat bertahan hidup pada daging yang didinginkan atau dibekukan selama berminggu-minggu.

Kendati pernah ditemukan virus corona pada makanan beku, tetapi CDC mencatat bahwa saat ini tidak ada bukti yang mendukung bahwa Covid-19 dapat menyebar melalui makanan.

CDC mengatakan bahwa tidak ada kasus yang dikaitkan dengan kemasan makanan atau tas belanjaan.

Namun, ada kemungkinan virus SARS-CoV 2 dapat bertahan di permukaan benda-benda tersebut.

Beberapa di antaranya termasuk bahan kemasan makanan yang umum, seperti:    

- Plastik: Virus bertahan antara 3 dan 7 hari di atas plastik;

- Kardus: Virus bertahan hingga 24 jam di atas karton;

- Kaca: Virus bertahan hingga 4 hari di atas kaca; dan

- Kain: Virus bertahan hingga 2 hari di atas kain.

Baca juga: Covid-19 di Wuhan Lebih Luas daripada yang Diperkirakan

Penting untuk diingat bahwa penelitian ini dilakukan dalam kondisi laboratorium standar.

Jika virus corona penyebab Covid-19 ada pada kemasan makanan, kemungkinan besar virus itu jumlahnya sedikit dan juga sensitif terhadap kondisi seperti suhu dan kelembapan.

Secara keseluruhan, virus SARS-CoV-2 ini tidak bertahan dengan baik di luar tubuh manusia.

Berikut beberapa tips untuk memastikan keamanan pada kemasan makanan:

- Cuci tangan dengan bersih setelah kembali dari toko bahan makanan, setelah menyimpan bahan makanan, atau setelah mengeluarkan makanan dari kemasannya.

- Hindari penggunaan pemutih, amonia, atau disinfektan lainnya untuk membersihkan kemasan makanan.

- Buang segera kemasan makanan atau tas belanja yang tidak diperlukan ke tempat daur ulang atau tempat sampah yang sesuai.

- Cuci tas belanja kain kotor dengan cucian biasa. Selain makanan dan kemasan makanan, Anda mungkin khawatir tentang makanan yang dibeli di restoran. Baik itu makanan yang Anda makan secara langsung atau yang dipesan melalui layanan delivery.

Baca juga: Ternyata Bercak pada Lidah Bisa Jadi Gejala Covid-19

Selama pandemi virus corona, setiap restoran telah mengambil langkah-langkah untuk membatasi penyebaran Covid-19 melalui penyiapan makanan dengan menerapkan langkah-langkah keamanan tertentu.

Meskipun bukan tak mungkin untuk terpapar virus dari makanan yang telah dimasak atau ditangani oleh orang lain, ternyata kemungkinan tertularnya masih rendah.

Kendati demikian, Anda tetap harus waspada dan melakukan pencegahan, baik ketika memesan makanan di restoran, kafe, warung, layanan delivery maupun kemasan makanan yang dibeli di pasar atau supermarket.

Langkah pencegahan ini bisa dilakukan dengan mencuci tangan setelah menangani makanan atau kemasannya, dan memasak makanan dengan suhu yang sesuai.

Saat memesan dari restoran, fokuslah pada lokasi yang melakukan langkah pencegahan, seperti menghindari pembayaran dengan uang tunai.

Jangan pernah menginggalkan masker dan terus menjaga jarak aman dengan memilih restoran yang semi-outdoor atau di luar ruangan dapat meminimalisasi tertular virus Covid-19 saat Anda menyantap makanan di tempat umum. (kompas.com)

Editor: Muliadi Gani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved