Breaking News:

Kasus Melahirkan di Sekolah, Pemuda yang Hamili Siswi Madrasah Siap Nikahi Korban

Tersangka kasus persetubuhan yang menyebabkan seorang siswi salah satu madrasah di Bireuen melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki di ruangan ...

Editor: Muliadi Gani
Kasus Melahirkan di Sekolah, Pemuda yang Hamili Siswi Madrasah Siap Nikahi Korban
FOR SERAMBINEWS.COM
Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat SIK MSi

PROHABA, BIREUEN - Tersangka kasus persetubuhan yang menyebabkan seorang siswi salah satu madrasah di Bireuen melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki di ruangan usaha kesehatan sekolah (UKS) madrasah tersebut, akhirnya terungkap.

Ayah biologis bayi tak berdosa itu ternyata adalah seorang pemuda berinisial Zul (28), tercatat sebagai warga Samalanga.

Pria ini ternyata masih lajang, belum bekeluarga, sebagaimana pemberitaan Prohaba sebelumnya.

Zul juga sudah mengakui perbuatannya dan siap bertanggung jawab untuk menikahi siswi madrasah tersebut.

Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat MSi, melalui Kasat Reskrim, AKP Fadilah Aditya Pratama SIK, didampingi Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Bripka Eka Satria kepada Prohaba, Selasa (16/03/2021) siang, mengatakan, tersangka yang sudah diamankan di Mapolsek Samalanga itu kemudian dibawa ke Mapolres Bireuen.

Kepada penyidik, pemuda tersebut mengakui perbuatannya yang menyebabkan seorang siswi hamil hingga melahirkan di madrasah tempat ia sekolah.

Baca juga: Sedang Ikut Ujian, Siswi Bireuen Melahirkan di Sekolah

Selain mengakui perbuatannya, Zul juga mengaku siap bertanggung jawab atas perbuatannya tersebut.

“Tersangka baru diperiksa sebentar dan langsung mengakui perbuatannya dan siap bertanggung jawab,” ujar Bripka Eka Satria.

Perbuatan yang dilakukan tersangka, ujar Bripka Eka, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dikategorikan kasus pemerkosaan.

Oleh sebab itu, tersangka akan dikenakan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat yang di antaranya mengatur tentang jarimah (perbuatan pidana yang dilarang oleh syariat Islam).

“Tersangka tidak dikenakan pasal pidana umum, tetapi akan dikenakan Qanun Hukum Jinayat,” terang Kanit PPA, Bripka Eka Satria.

Setelah diperiksa nantinya, berkas perkara Zul akan dilimpahkan ke Kejari Bireuen dan nantinya ia akan disidangkan di Mahkamah Syar’iyah, bukan di pengadilan umum.

Sangat mungkin Zul akan menjalani hukuman cambuk, termasuk siswi yang dia hamili itu. (yus)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved