Sabtu, 9 Mei 2026

Garam Himalaya, Apa Manfaatnya?

Himalayan salt atau garam Himalaya adalah sejenis garam batu berwarna pink dari wilayah Punjab di Pakistan, dekat kaki bukit Himalaya...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
PIXABAY/THERESAHRRIST10
Ilustrasi garam himalaya kristal 

PROHABA.CO - Himalayan salt atau garam Himalaya adalah sejenis garam batu berwarna pink dari wilayah Punjab di Pakistan, dekat kaki bukit Himalaya.

Sudah sejak lama garam ini beredar di Indonesia bahkan sampai ke Aceh.

Beberapa orang meyakini garam Himalaya merah muda, salah satu garam paling murni yang tersedia, dan garam tersebut memiliki beberapa manfaat kesehatan.

Pada dasarnya, garam pink Himalaya secara kimiawi mirip dengan garam meja, yakni mengandung hingga 98 persen natrium klorida.

Kandungan lainnya terdiri atas mineral, seperti kalium, magnesium, dan kalsium, yang memberi warna merah muda cerah pada garam.

Mineral ini juga menjelaskan mengapa rasa garam Himalaya berbeda dari garam meja biasa.

Melansir WebMD, kandungan mineral tersebut dapat bervariasi tergantung dari mana asalnya garam Himalaya.

Lebih penting lagi, beberapa sampel garam Himalaya telah ditemukan mengandung unsur-unsur yang berpotensi beracun seperti arsenik, merkuri, dan timbal.

Baca juga: Untuk Apa 23,6 Ton Garam Ditebar di Atas Selat Sunda?

Orang menggunakan garam jenis ini dan garam meja biasa dengan cara yang sama.

Sebagai bagian dari pelengkap masakan, untuk membumbui makanan, dan untuk mengawetkan makanan.

Beberapa orang menggunakan garam Himalaya merah muda sebagai pengganti garam mandi.

Kebutuhan tubuh Sodium adalah mineral penting yang ditemukan dalam garam.

Tubuh membutuhkan ini untuk berbagai fungsi.

Di antaranya untuk mengendurkan otot, menjaga keseimbangan cairan yang tepat, mencegah dehidrasi, mengirim impuls sistem saraf, hingga mencegah tekanan darah rendah.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi garam sesuai yang dibutuhkan dapat mengurangi risiko infeksi dan membunuh bakteri berbahaya.

Fakta garam Himalaya Ada beberapa klaim tentang manfaat kesehatan yang terkait dengan konsumsi garam Himalaya, berikut di antaranya:

Baca juga: Mengapa Belakangan Ini Cuaca Tidak Menentu?

1. Kaya kandungan mineral Beberapa sumber mengatakan, garam Himalaya merah muda mengandung hingga 84 mineral yang berbeda.

Tapi, karena mengandung hingga 98 persen natrium klorida, ini berarti hanya sekitar 2 persen yang terdiri atas berbagai mineral kecil ini.

Mengingat jumlah yang relatif terbatas di mana orang biasanya mengonsumsi garam, dan sangat sedikit kandungan mineral tersebut dalam garam, maka garam Himalaya tak mungkin memberikan manfaat kesehatan yang terukur atau signifi kan.

2. Rendah natrium Sebagian orang percaya bahwa garam Himalaya merah muda lebih rendah natrium daripada garam meja biasa.

Faktanya, kedua jenis garam tersebut sama-sama mengandung sekitar 98 persen natrium klorida.

Namun, karena garam merah muda sering memiliki kristal yang lebih besar daripada garam meja, maka secara teknis garam ini mengandung lebih sedikit natrium per sendok teh.

Selain itu, garam Himalaya memiliki rasa yang lebih asin daripada garam meja. Artinya, seseorang dapat menggunakan lebih sedikit garam dalam penyajian untuk mencapai rasa yang sama.

Namun kini, banyak garam Himalaya juga tersedia dalam ukuran butiran yang lebih kecil, menyerupai garam biasa.

Baca juga: Kelor, si Kecil Tanaman Super

Sehingga, Anda harus mempertimbangkan ini saat menggunakannya, untuk mencegah asupan natrium berlebih.

The American Heart Association (AHA) menyarankan, sebaiknya lebih dari 75 persen asupan natrium berasal dari garam yang sudah ada dalam makanan olahan, sehingga Anda tak perlu lagi menambahkan garam dalam masakan.

3. Lebih alami Garam Himalaya diklaim lebih alami daripada garam meja.

Klaim ini tampaknya ada benarnya.

Garam meja biasanya dihaluskan dan dicampur dengan bahan antigumpal untuk mencegah penggumpalan, seperti natrium aluminosilikat atau magnesium karbonat, Sedangkan, garam Himalaya tidak terlalu artifi sial dan biasanya tidak mengandung zat aditif.

4. Sehatkan pernapasan Banyak yang percaya bahwa terapi garam yang melibatkan penghirupan udara yang diinfuskan dengan garam, termasuk garam Himalaya, bermanfaat untuk membantu perawatan kondisi pernapasan, seperti penyakit paru obstruktif kronik.

Meskipun lebih banyak penelitian tentang hal ini diperlukan, para ilmuwan telah menemukan peningkatan yang signifi kan secara statistik, dalam kuesioner yang diberikan kepada responden dengan COPD yang menggunakan inhaler garam kering. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved