Konflik Amerika vs Iran
Negosiasi AS–Iran di Pakistan Gagal, Donald Trump Hadapi Pilihan Sulit
Negosiasi yang berlangsung lebih dari 21 jam antara delegasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan
Ringkasan Berita:
- Negosiasi 21 jam di Islamabad gagal mencapai kesepakatan, terutama terkait isu nuklir dan akses Selat Hormuz.
- Amerika Serikat diperkirakan bisa meningkatkan serangan, sementara Iran tetap memiliki kemampuan balasan yang kuat.
- Menjelang pemilu paruh waktu, Trump terjepit antara risiko eskalasi militer yang ditentang publik dan kebuntuan diplomasi yang berlarut.
PROHABA.CO - Negosiasi yang berlangsung lebih dari 21 jam antara delegasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan, Minggu (12/4/2026) waktu setempat.
Pihak Amerika mengajukan proposal yang menuntut penghentian penuh program nuklir Iran, tetapi ditolak oleh Teheran.
Kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4/2026) menambah ketegangan geopolitik di kawasan.
Pertemuan yang berlangsung selama 21 jam itu berakhir tanpa kesepakatan, terutama terkait isu nuklir Iran dan akses ke Selat Hormuz.
Situasi ini menempatkan Presiden AS Donald Trump dalam dilema besar: melanjutkan serangan militer atau menahan diri.
Jika AS kembali meningkatkan aksi militer, langkah itu berpotensi mendapat tentangan dari dalam negeri, terutama menjelang pemilu paruh waktu.
Sebaliknya, jika tidak ada tindakan militer lanjutan, maka kebuntuan dengan Iran akan terus berlanjut, khususnya terkait akses ke Selat Hormuz yang menjadi jalur vital bagi minyak global.
Isu Nuklir Jadi Batu Sandungan
Perundingan membahas dua isu utama: program nuklir Iran dan akses ke Selat Hormuz.
Namun, kedua pihak gagal mencapai titik temu.
Pejabat Iran menuding AS mengajukan tuntutan berlebihan, yang membuat masa depan gencatan senjata dua minggu menjadi tidak pasti.
Sementara Wakil Presiden AS J.D. Vance menegaskan bahwa isu nuklir menjadi hambatan utama.
Baca juga: Iran Tutup Kembali Jalur Minyak di Selat Hormuz Setelah Serangan Militer Israel ke Lebanon
Washington membutuhkan komitmen tegas bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir maupun kemampuan untuk membuatnya dengan cepat.
Analis menilai jarak posisi kedua negara masih sangat lebar.
Profesor hubungan internasional dari Renmin University, Shi Yinhong, menyatakan, Iran kecil kemungkinan akan berkompromi soal kemampuan nuklirnya.
Iran
Amerika Serikat
negosiasi
Perundingan
Pakistan
Donald Trump
Perundingan Gagal
Konflik Amerika vs Iran
| Iran Tutup Kembali Jalur Minyak di Selat Hormuz Setelah Serangan Militer Israel ke Lebanon |
|
|---|
| Iran Ajukan Rencana 10 Poin, Trump Setuju Gencatan Senjata dan Buka Selat Hormuz |
|
|---|
| Iran Buka Selat Hormuz, Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan |
|
|---|
| Rumor Donald Trump Dilarikan ke Walter Reed Dibantah Gedung Putih |
|
|---|
| Iran Hujani Israel dengan Rudal, Tel Aviv Diguncang Ledakan Usai Pidato Donald Trump |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-76.jpg)