Kamis, 23 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Iran Tegas: Selat Hormuz Tak Dibuka Selama AS Masih Blokade Laut

Iran menegaskan tidak akan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz selama blokade laut yang diberlakukan oleh Amerika Serikat

Editor: Muliadi Gani
Tribunnews.com/Tangkap Layar/WN
SELAT HORMUZ - Tangkap layar WN yang menunjukkan posisi kapal-kapal di Selat Hormuz. Iran menutup kembali Selat Hormuz dan mengancam kapal yang melintas sebagai respons atas blokade AS. Iran Tegas: Selat Hormuz Tak Dibuka Selama AS Masih Blokade Laut.(Tribunnews.com/Tangkap Layar/WN) 

Ringkasan Berita:
  • Iran menolak membuka Selat Hormuz selama blokade laut oleh Amerika Serikat masih berlangsung.
  • Ketegangan meningkat setelah Iran menyita dua kapal asing dan terjadi insiden penembakan terhadap kapal dagang di sekitar perairan tersebut.
  • Blokade AS dan pembatasan Iran memicu kekhawatiran global, termasuk kenaikan harga minyak dan ancaman stabilitas kawasan.

 

PROHABA.CO - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran menegaskan tidak akan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz selama blokade laut yang diberlakukan oleh Amerika Serikat masih berlangsung.

Pernyataan ini muncul di tengah situasi yang semakin kompleks, ditandai dengan insiden penyitaan dua kapal di jalur pelayaran strategis tersebut.

Sikap tegas Teheran disampaikan setelah meningkatnya ketegangan menyusul serangan militer yang melibatkan Iran, AS, dan Israel sejak akhir 28 Februari 2026. 

Meski Donald Trump telah mengumumkan perpanjangan gencatan senjata guna membuka ruang bagi perundingan damai yang dimediasi Pakistan.

Upaya mediasi yang difasilitasi oleh Pakistan memang disambut positif oleh Iran pada Rabu (22/4/2026), namun belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas keputusan Donald Trump. 

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa gencatan senjata tidak memiliki makna apabila tetap dibarengi tekanan militer seperti blokade laut.

Menurutnya, membuka kembali Selat Hormuz di tengah kondisi tersebut sama saja dengan mengabaikan pelanggaran yang terjadi secara terang-terangan terhadap gencatan senjata,” ujarnya, sebagaimana dilansir BBC. 

Pernyataan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kepercayaan antara pihak-pihak yang bertikai masih sangat rendah.

Dampak dari ketegangan ini langsung terasa pada sektor ekonomi global, khususnya harga minyak dunia terus naik, meskipun pasar saham AS menunjukkan penguatan.

Trump mengatakan pihaknya memberi waktu bagi kepemimpinan Iran yang dinilai “terpecah” untuk menyusun proposal damai.

Sejumlah pengamat menilai langkah ini sebagai upaya menghindari eskalasi konflik lebih lanjut.

Trump juga menyebut perundingan bisa kembali digelar di Pakistan dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Tetapi, Iran belum mengonfirmasi keikutsertaannya, sementara Wakil Presiden AS JD Vance menunda kunjungannya ke Islamabad.

Para analis menilai, situasi ini berpotensi memperburuk ketidakstabilan ekonomi global jika konflik terus berlanjut.

Baca juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, IRGC Tuding AS Blokade Laut

Iran Sita Kapal di Selat Hormuz 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved