Kamis, 11 Juni 2026

Konflik Amerika vs Iran

Iran Tegas: Selat Hormuz Tak Dibuka Selama AS Masih Blokade Laut

Iran menegaskan tidak akan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz selama blokade laut yang diberlakukan oleh Amerika Serikat

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Tribunnews.com/Tangkap Layar/WN
SELAT HORMUZ - Tangkap layar WN yang menunjukkan posisi kapal-kapal di Selat Hormuz. Iran menutup kembali Selat Hormuz dan mengancam kapal yang melintas sebagai respons atas blokade AS. Iran Tegas: Selat Hormuz Tak Dibuka Selama AS Masih Blokade Laut.(Tribunnews.com/Tangkap Layar/WN) 

Di tengah memanasnya situasi, Garda Revolusi Iran mengumumkan penyitaan dua kapal asing yang melintasi Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya yang dilaporkan Tasnim, kedua kapal itu adalah Kapal kontainer MSC Francesca berbendera Panama dan Epaminondas berbendera Liberia disebut melanggar aturan maritim yang diberlakukan Iran.

Kementerian luar negeri Panama mengecam tindakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap keamanan pelayaran internasional serta eskalasi yang tidak perlu.

Selain itu, insiden lain juga dilaporkan terjadi, termasuk penembakan terhadap tiga kapal dagang di dekat perairan Oman yang menyebabkan kerusakan, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran Buka Akses Selat Hormuz, Trump Ucap Terima Kasih

AS Tetap Blokade, Iran Perketat kontrol

Sementara itu, Angkatan Laut AS tetap melanjutkan blokade terhadap kapal-kapal yang menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran.

Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi tekanan ekonomi terhadap Teheran tanpatanpa harus melanjutkan perang terbuka yang lebih luas.

Dilansir Al Jazeera, Kamis (23/4/2026), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim telah memerintahkan 31 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan sebagai bagian dari blokade AS terhadap Iran, sebagian besar kapal tanker minyak, untuk berbalik arah. 

 Dalam pembaruan yang dibagikan di media sosial X, Centcom mengatakan sebagian besar kapal telah mematuhi arahan AS.

Operasi ini melibatkan 10.000 personel tentara AS, 17 kapal perang, dan  lebih dari 100 pesawat tempur.

Sebagai respons, Iran memperketat pengawasan di Selat Hormuz dengan mewajibkan setiap kapal yang melintas untuk meminta izin terlebih dahulu.

Kebijakan ini menandai perubahan signifikan dari sikap sebelumnya yang sempat menjanjikan jalur aman selama masa gencatan senjata.

Kini, kedua belah pihak saling menuduh telah melanggar kesepakatan, memperkeruh situasi yang sudah rapuh.

Ketegangan tidak hanya terjadi di Selat Hormuz, tetapi juga meluas ke kawasan lain seperti Lebanon.

Meskipun gencatan senjata telah disepakati antara Israel dan kelompok Hizbullah, serangan masih terus terjadi.

Media Lebanon melaporkan lima orang tewas akibat serangan Israel pada Rabu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved