Selasa, 21 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, IRGC Tuding AS Blokade Laut

Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali meningkat setelah Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz bagi kapal-kapal komersial.

Editor: Muliadi Gani
Tribunnews.com/Tangkap Layar/WN
SELAT HORMUZ - Tangkap layar WN yang menunjukkan posisi kapal-kapal di Selat Hormuz. Iran menutup kembali Selat Hormuz dan mengancam kapal yang melintas sebagai respons atas blokade AS. IRGC menegaskan kapal yang mendekat akan dianggap musuh dan menjadi sasaran. AS tetap melanjutkan blokade hingga tercapai kesepakatan damai, meski negosiasi masih berlangsung. Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, IRGC Tuding AS Blokade Laut.(Tribunnews.com/Tangkap Layar/WN) 

Ringkasan Berita:
  • IRGC menegaskan larangan kapal komersial melintas, menyusul serangan terhadap sejumlah kapal dan menuding blokade AS sebagai pemicu.
  • Presiden Donald Trump menegaskan blokade terhadap pelabuhan Iran tetap berlanjut hingga tercapai kesepakatan damai, serta menolak ancaman Iran terhadap jalur pelayaran internasional.
  • Penutupan jalur vital ini memicu kecemasan internasional karena hampir 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz, sehingga berpotensi menaikkan harga energi global.

 

PROHABA.CO - Situasi geopolitik di kawasan Teluk kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan pernyataan tegas terkait status Selat Hormuz.

Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali meningkat setelah Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz bagi kapal-kapal komersial. 

Keputusan ini diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Minggu (19/4/2026), sehari setelah jalur strategis tersebut sempat dibuka kembali secara sementara.

Penutupan ini dilakukan menyusul laporan bahwa sejumlah kapal, termasuk kapal tanker, menjadi sasaran serangan Teheran pada Sabtu (18/4/2026).

IRGC menuding blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat sebagai pemicu utama langkah drastis tersebut.

Dalam pernyataannya, Angkatan Laut IRGC menegaskan larangan keras bagi kapal-kapal untuk bergerak di kawasan Teluk Persia maupun Laut Oman,” tegas IRGC, mengutip BBC, Minggu (19/4/2026). 

“Tidak ada kapal yang boleh bergerak dari tempat berlabuhnya,” tegas IRGC, seraya memperingatkan bahwa setiap kapal yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai musuh.

Mereka menambahkan bahwa pelanggaran terhadap larangan ini akan berujung pada tindakan militer.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran Buka Akses Selat Hormuz, Trump Ucap Terima Kasih

Baca juga: Iran Tutup Kembali Jalur Minyak di Selat Hormuz Setelah Serangan Militer Israel ke Lebanon

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menolak anggapan bahwa Iran dapat menekan Washington melalui ancaman terhadap jalur pelayaran internasional.

“Iran tidak dapat ‘memeras’ AS dengan ancaman terkait jalur air tersebut,” ujar Trump.

Ia menegaskan blokade terhadap pelabuhan Iran akan terus berlanjut hingga tercapai kesepakatan damai.

Trump menyebut bahwa percakapan yang sangat baik. Semuanya berjalan dengan sangat baik,” kata Trump terkait negosiasi dengan Teheran.

Penutupan Selat Hormuz kali ini terjadi di tengah gencatan senjata dua minggu yang sesuai kesepakatan akan berakhir pada 22 April.

Iran melalui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) menilai blokade AS sebagai pelanggaran perjanjian, sehingga menegaskan akan menutup kembali selat tersebut selama blokade masih berlangsung.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved