Selasa, 26 Mei 2026

Adik Bunuh Abang di Hadapan Ibunya, Berawal dari Candaan

Seorang pria berinisal J (18), tega membacok abang kandungnya, Mashudi, hingga tewas di Dusun Oro Timur, Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean,...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SuryaMalang.com/Kuswanto Ferdian
J, warga Dusun Oro Timur, Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, pelaku yang membacok kakaknya pakai celurit hingga meninggal dunia saat dikeluarkan dari tahanan Mapolres Pamekasan, Jumat (16/4/2021). 

PROHABA, PAMEKASAN - Seorang pria berinisal J (18), tega membacok abang kandungnya, Mashudi, hingga tewas di Dusun Oro Timur, Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Kamis (16/4/2021).

Insiden berdarah antara abang adik tersebut terjadi menjelang buka puasa Ramadhan.

Pelaku membacok abang kandungnya dengan celurit.

Aksi brutal tersangka pelaku dilatarbelakangi sakit hati karena masalah sepele.

J mengungkapkan, kejadian bermula saat ia dan ibunya sedang bercanda di rumah menjelang berbuka puasa.

Tak disangka, saking bercandanya, J tak sengaja mengetuk pintu kamar abangnya.

Korban langsung ke luar dari kamarnya dan menyambangi J sembari menegur.

Tak disangka, petang itu, Mashudi tidak hanya menegur J.

Ia juga menonjok mata kanan J tanpa alasan yang jelas.

"Waktu itu, kakak saya langsung bangun dan menuju ke arah saya sembari bilang, 'Mau ngapain kamu ini?," kata Mashudi saat diwawancarai TribunMadura.com di area Kantor Satreskrim Polres Pamekasan, Jumat (16/4/2021) siang.

Baca juga: Dua Janda Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Pedagang

"Lalu dia langsung menonjok mata saya sebelah kanan," tambah J.

"Jadi, saya sakit hati. Lalu saya balas dengan cara membacoknya pakai celurit," sambung J.

Menurut pria yang lulusan SMP ini, setelah dirinya ditonjok abang kandungnya, ia tak langsung membalas.

Ia memilih pergi ke rumah tetangganya mengambil kartu keluarga (KK) milik ibunya.

Namun, sepulang mengambil KK, sakit hati di dada J masih membara.

Saat itu J kalap dan langsung mengambil celurit yang digantung di dinding kamarnya.

Tanpa berpikir panjang, J  langsung menebaskan celurit sepanjang 53 cm itu ke tubuh abangnya yang sedang duduk santai di beranda rumah.

Ujung celurit yang ditebaskan J itu megenai dada kiri abangnya dan tepat menusuk jantungnya.

"Saya tebaskan sekali saja," ujar J.

J mengaku, sewaktu ia dan abangnya cekcok dan hendak membacok pakai celurit, disaksikan langsung kedua orang tuanya.

Sang ibu berteriak histeris saat melihat J hedak menebaskan celurit ke tubuh abangnya.

Baca juga: Anak 8 Tahun Dibunuh Saat Tertidur Lelap

Teriakan meminta tolong sang ibu pun didengar warga setempat.

Namun, J telanjur kalap, dan pembacokan yang dilakukan dia terhadap abang kandungnya itu tak bisa dibendung oleh siapa pun.

"Usai membacok kakak, saya langsung pergi ke rumah tante saya yang tidak jauh dari rumah sembari memegang celurit yang masih berdarah," ungkap J.

"Saya pergi ke rumah tante karena di rumah saya ramai, banyak warga melihat," tambahnya.

Menurut J, celurit yang ia tebaskan ke tubuh abangnya itu miliknya sendiri.

Tiga bulan lalu celurit itu ia beli melalui online seharga Rp 130.000.

Saat itu, J berniat membeli celurit tersebut hanya sebatas untuk pajangan dinding di kamarnya.

Namun, sekarang sudah ia salah gunakan.

"Saya sekarang menyesal karena membunuh kakak kandung saya sendiri.

Walaupun sebenarnya saya tidak punya salah," sesal J dengan suara bernada sedih.

Tak hanya itu, J juga menceritakan percekcokan yang sempat terjadi dengan kakaknya pada tahun 2019.

Pada tahun itu, J pernah dilempari tripleks oleh abangnya hanya gara-gara bernyanyi setelah buka puasa.

Namun, permasalahan tersebut, kata J, sudah selesai tanpa dendam apa pun. (tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved