Minggu, 7 Juni 2026

Ibu Kadus Tewas Penuh Luka di Rumah, Sebelumnya Diteror

Seorang kepala dusun (kadus) perempuan di Katanga, Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditemukan tewas...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Kolase Tribunnews: TribunBulukumba
(Kiri) korban yang ditemukan tewas dan (Kanan) foto korban semasa hidup. 

PROHABA, BULUKUMBA - Seorang kepala dusun (kadus) perempuan di Katanga, Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditemukan tewas dengan penuh luka di rumahnya.

Kadus bernama Aliani itu diduga korban pembunuhan.

Apalagi sebelum tewas, ia sempat mendapat teror dari seseorang.

Tak ada yang pernah menyangka, perempuan yang baru sebulan menjabat kadus tersebut meninggal dalam keadaan tragis.

Apalagi Aliani dikenal oleh tetangganya sebagai pribadi yang penyabar.

Saat ditemukan warga, Senin (19/4/2021) sekira pukul 01.00 siang, tubuh Aliani penuh luka tusuk.

Ada banyak luka di bagian tubuh Aliyani.

Ada luka tikaman, ada juga luka akibat benturan benda tumpul.

Beberapa luka tersebut, yakni lecet pada pipi kiri, lebam pada dahi kiri, luka pada dahi kiri, jari kanan terpotong, dan luka robek pada lengan kiri, luka robek pada paha kiri dan kanan, luka robek pada dada kiri, luka robek pada perut, memar pada lengan kiri, dan luka robek pada ketiak.

Baca juga: Minta Cerai, Istri Dibacok Suami hingga Tewas

Ada teror

Kepala Desa Karama, Jusman menceritakan, sebelum kejadian, Aliani memang sempat mendapat ancaman dari salah seorang warga.

Ancaman itu datang setelah ia meninjau progres proyek rabat beton di Desa Karama.

Namun, Jusman juga menegaskan bahwa ia tak ingin menjustifikasi sebelum ada hasil penyelidikan dari polisi.

Namun, fakta-fakta ini bisa menjadi salah satu bahan penyelidikan polisi.

"Tadi malam beliau (alm Aliani) laporan, kan ada pekerjaan rabat beton, kebetulan melewati depan rumahnya juga ini warga," jelas Jusman.

"Warga itu meminta dikerjakan juga di bagian depan rumahnya, karena tinggi.

Nah, Ibu Kadus minta petunjuk ke saya.

Jadi, saya sampaikan kasih saja campuran biar dia yang kerja sendiri," jelasnya menambahkan.

Namun, setelah Aliani menyampaikan hal tersebut, ia malah mendapat ancaman.

Baca juga: Menolak Dinikahi, Gadis Sabang Diteror sang Pacar, Pelaku Diringkus Polisi

"Setelah dia sampaikan begitu, orang tersebut bilang tidak mau.

Tukang yang kerjakan proyek itu.

Ibu Kadus bilang tidak bisa, nah dia bilang kalau tidak bisa, ada nanti yang kau dapat," beber Jusman.

Saksi kunci

Anak korban yang menjadi satu-satunya saksi kejadian itu juga mengungkapkan fakta versi dia.

Jusman membeberkan bahwa orang yang dilihat membunuh ibunya adalah orang yang sebelumnya cekcok dengan ibunya.

"Dia bilang, yang bunuh ibuku itu yang datang tadi malam di rumahnya kakekku.

Sementara yang datang tersebut itu yang kebetulan bilang (ancaman) itu," kata Jusman.

Jika ini benar adanya, kata p\Purnawirawan TNI itu, maka pembunuhan Aliani adalah pembunuhan berencana.

Sejauh ini pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas meninggalnya Aliani, Senin (19/4/2021).

Aliani merupakan Kadus Katangka, Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulsel.

Ia meninggal dalam keadaan tragis, tubuhnya penuh luka tusuk, dan beberapa bagian lainnya memar.

Baca juga: TERUNGKAP Penyebab Gadis Aceh Dibunuh di Medan, Ario Puntung tak Mau Tanggung Jawab

Aliani ditemukan oleh warga dalam keadaan tergeletak di depan rumahnya, dengan baju yang telah berlumur darah.

"Kami sudah olah TKP dan ambil keterangan saksi-saksi," kata Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Bayu Wicaksono.

 Jilbab di Teras

Jika melihat kondisi di depan rumah korban, sebelum insiden penikaman, warga menduga korban sempat melawan.

Hal itu terlihat dari beberapa pot bunganya yang berantakan dan jilbab yang dia kenakan terlepas di teras rumah.

Dari penelusuran TribunBulukumba.com, Aliani terpilih sebagai kadus setelah mengikuti penjaringan yang dilakukan Pemdes Karama Maret 2021 atau kurang lebih sebulan lalu.

Saat itu Pemdes Karama membuka penjaringan untuk mengisi lima posisi aparatur desa yang lowong.

Yakni, dua orang kepala seksi dan tiga orang kepala dusun.

Tiga orang kepala dusun yang terpilih saat itu semuanya merupakan perempuan.

Kadus Katangka dijabat oleh Aliani dengan nilai 74,5, Kepala Dusun Kampung Baru dijabat oleh Marhumaeni dengan nilai 86, dan Dusun Lempongnge dijabat oleh Annisa Gusti Erliana dengan nilai 74. (tribuntimur.com)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved