Korupsi

Polda akan Tetapkan Tersangka Dalam Kasus Korupsi Bantuan Beasiswa 2017

BPKP Perwakilan Aceh, Indra Khaira Jaya, menyebutkan adanya kerugian negara dalam kasus itu, Polda Aceh juga akan segera menetapkan tersangka.

Editor: IKL
For Serambinews.com
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Winardy 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Kasus dugaan korupsi bantuan pendidikan atau beasiswa pada tahun 2017 yang diduga melibatkan beberapa Anggota DPRA, kini memasuki babak baru.

Setelah Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh, Indra Khaira Jaya, menyebutkan adanya kerugian negara dalam kasus itu, Polda Aceh juga akan segera menetapkan tersangka

Dalam keterangannya kepada Serambi, Selasa (22/6/2021), Indra menyebutkan, berdasarkan hasil audit yang sudah selesai dilakukan pihaknya, jumlah kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi bantuan pendidikan atau beasiswa tahun 2017 yang kini ditangani Tipidkor Polda Aceh itu sebesar Rp 10 miliar. 

Atas keterangan Kepala BPKP Perwakilan Aceh tersebut, Serambi pada Rabu (23/6/2021), mengonfirmasi hal itu ke Polda Aceh.

Sebab, kasus yang mencuat pada tahun 2017 ditangani oleh Tipikor Dit Reskrimsus Polda Aceh.

Baca juga: Penyelidikan KPK di Aceh Mengarah Pada Beberapa Kasus Lainnya

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, kepada Serambi mengatakan, hingga hari ini (kemarin) mereka belum menerima hasil audit kerugian negara yang dilakukan oleh BPKP Perwakilan Aceh dalam dugaan kasus rasuah tersebut.

"Intinya, kita sudah minta Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) ke BPKP. Polda masih menunggu hasil pemeriksaan dari BPKP, kalau sudah diberikan kepada kita, akan kita tindaklanjuti dengan melakukan gelar perkara untuk penetapan siapa tersangkanya," kata Kombes Winardy.

Namun, sambung Winardy, hingga saat ini penyidik di Polda Aceh belum menerima hasil audit BPKP dalam kasus itu.

"Sampai sekarang belum. Saya tanya Kasubdit Tipikor, belum diserahkan. Kepala BPKP akan menyerahkan tapi sampai saat ini belum diserahkan. Yang kita tunggu cuma itu, baru kita tentukan siapa tersangkanya," ujar dia.

Winardy mengatakan, pihaknya sudah membaca pernyataan Kepala BPKP Aceh terkait adanya kerugian negara dalam kasus itu.

Ditanya apakah benar ada kerugian negara kemudian akan ada tersangka, "Iya pasti, nggak mungkin nggak ada tersangka, karena sudah jelas itu. Nanti tinggal kita pilah-pilah perannya masing-masing," katanya.

Adanya kerugian negara, tambah Winardy, adalah salah satu unsur dalam perkara korupsi.

"Jadi, kalau perkara itu sudah ada unsur kerugian negara, ya akan ada tersangka. Kita juga sudah kumpulkan barang bukti, ini konstruksi hukumnya sudah terpenuhi. Cuma saat ini Yang belum ada hasil PKKN, kita sedang tunggu itu," pungkas Kabid Humas Polda Aceh. (dan)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Kasus Beasiswa, Polda akan Tetapkan Tersangka, https://aceh.tribunnews.com/2021/06/24/kasus-beasiswa-polda-akan-tetapkan-tersangka

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved