Minggu, 12 April 2026

Lockdown Malaysia Diperketat, Hanya Satu Orang Per Rumah Tangga Boleh Keluar Cari Kebutuhan

Malaysia akan memberlakukan lockdown di sejumlah daerah di negara bagian Selangor dan ibu kota Kuala Lumpur selama dua minggu mulai sabtu.

Editor: IKL
AFP
Wanita dari suku Temuan, Malaysia, menunggu di luar pusat vaksinasi virus Corona di Balai Desa di Sungai Buloh, Senin (28/6). Malaysia memberlakukan lockdown dua minggu di Kuala Lumpur dan Selangor mulai 3 Juli. 

PROHABA.CO, KUALA LUMPUR - Kasus Covid-19 di negara tetangga Malaysia semakin melonjak, akibatnya akan diberlakukan pembatasan pergerakan yang lebih ketat di sejumlah daerah di negara bagian Selangor dan ibu kota Kuala Lumpur selama dua minggu mulai Sabtu (3/7).

Menteri Senior Keamanan Ismail Sabri Yaakob mengatakan keputusan untuk menempatkan 34 kecamatan di Selangor dan 14 lokalitas di Kuala Lumpur di bawah perintah peningkatan kontrol gerakan (EMCO) dibuat setelah daerah melaporkan kasus Covid-19 melebihi 12,1 untuk setiap 100.000 penduduk.

“Selangor mencatat rata-rata 1.800 hingga 1.900 kasus setiap hari, sementara Kuala Lumpur memiliki antara 600 dan 1.000 kasus setiap hari,” kata Datuk Seri Ismail dalam sebuah pernyataan, Kamis (1/7).

Baca juga: Dua Warga Sumatera Utara Terjangkit Corona Varian Alfa, Masyarakat Aceh Diminta Waspada

Baca juga: Siapa yang Paling Berisiko Terinfeksi Corona Varian Delta?

Dia juga mencatat bahwa tingkat penularan, yang disebut sebagai angka R-naught, tetap di 1,0 dan tidak menunjukkan tren penurunan, meskipun ada lockdown nasional sejak 1 Juni.

“Ini situasi yang mengkhawatirkan bila kita memperhitungkan kepadatan penduduk dan penyebaran tiga varian baru yang jauh lebih berbahaya,” katanya, seperti dilansir dari The Straits Times.

Ia merujuk pada varian Alpha yang pertama kali dilaporkan di Inggris, varian Beta yang terdeteksi di Afrika Selatan dan varian Delta yang pertama kali tercatat di India.

Pengumuman lockdown yang lebih ketat datang ketika situasi Covid-19 terus memburuk. Malaysia mencatat 6.988 infeksi baru pada Kamis kemarin dan 84 kematian.

Lockdown  saat ini, yang diberlakukan pada 1 Juni dan diperpanjang tanpa batas pada Senin lalu, tidak akan dicabut sampai kasus baru harian turun di bawah 4.000. Kasus harian telah melampaui angka 6.000 sejak Selasa.

Berdasarkan aturan ini, penduduk di daerah yang terkena dampak EMCO tidak akan diizinkan meninggalkan rumah mereka setelah jam 8 malam, kecuali untuk keadaan darurat. Mereka juga akan diuji virusnya.

Disebutkan, hanya satu orang dari setiap rumah tangga yang diizinkan meninggalkan rumah untuk membeli kebutuhan, dan perjalanan dibatasi hingga radius 10 km.

Jalan-jalan di daerah yang terkena dampak EMCO akan ditutup, dengan semua titik masuk dan keluar dijaga oleh polisi.

Daerah yang terkena dampak termasuk pinggiran padat penduduk Petaling, Damansara dan Ampang di Selangor, serta bagian dari Wangsa Maju dan Lembah Pantai di Kuala Lumpur.

Sementara itu, semua pabrik di daerah yang terkena dampak harus tutup, kecuali yang memproduksi barang-barang penting seperti makanan, masker wajah, dan obat-obatan.

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada bulan Juni meluncurkan rencana keluar empat fase dari pandemi, dengan setiap transisi dipandu oleh tiga indikator.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved