Breaking News:

Kapal Penyeberangan Lintas Simeulue ke Aceh tak Beroperasi Akibat Cuaca Buruk

Akibat cuaca buruk yang melanda Aceh, kapal penyeberangan yang melayani lintasan penyeberangan Simeulue ke daratan Aceh juga tidak beroperasi

Editor: IKL
SERAMBINEWS.COM/SARI MULIYASNO
Kapal feri yang melayani lintasan penyeberangan dari Simeulue ke daratan Aceh, sandar di pelabuhan lama Sinabang, tidak beroperasi disebabkan cuaca buruk. Foto direkam beberap waktu lalu. 

PROHABA.CO - Akibat cuaca buruk yang melanda Aceh, kapal penyeberangan yang melayani lintasan penyeberangan Simeulue ke daratan Aceh juga tidak beroperasi pada Minggu (11/7/2021).

Staf operasioanl PT ASDP Perwakilan Simeulue, M Aulia Tinambunan, yang dikonfirmasi Serambi mengatakan, berdasarkan pantauan cuaca di wilayah perairan pantai barat dan selatan Aceh, tidak memungkinkan untuk mengoperasikan kapal Feri dari Simeulue ke daratan.

"Sudah diputuskan bersama, kapal tidak dioperasikan untuk hari ini. Di Calang dan juga Meulaboh cuaca ektrem juga. Gelombang mencapai empat meter di perairan," katanya.

Untuk pengoperasian kapal selanjutnya, sambung dia, masih tetap menunggu cuaca membaik sehingga para pengguna jasa pelayaran merasa nyaman saat berlayar atau menyeberang dari Simeulue ke daratan Aceh maupun sebaliknya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, sebelumnya sudah memperkirakan akan terjadi gelombang tinggi di perairan Simeulue dan barat selatan Aceh.

Baca juga: Basarnas Banda Aceh Kerahkan Tim Untuk Mencari Awak Kapal Inkammina yang Jatuh ke Laut

Baca juga: Sebanyak 6 Orang Meninggal Dunia Setelah Kapal Penumpang KMP Yunicee Tenggelam di Perairan Gilimanuk

Kepada Serambi, Sabtu (10/7/2021) kemarin, Koordinator Data dan Informasi BMKG Bandara SIM, Zakaria Ahmad, menyebutkan, ketinggian gelombang laut di perairan barat Aceh 1,25- 4 meter, dan Samudera Hindia mencapai 6 meter.

Untuk perairan Meulaboh-Sinabang, saat itu ia sebutkan masih normal, namun diperkirakan dua hari ke depan mencapai 4 meter. “Kita mengimbau kepada nelayan supaya hati-hati, kalau bisa tidak melaut dulu,” imbaunya.

Ia juga memperkerikan potensi hujan hingga tiga hari ke depan di seluruh Aceh. Hujan yang turun dari intensitas ringan, sedang, sampai lebat.

Ia menyebutkan, ada beberapa wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat, yaitu Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Aceh Barat. Lalu, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya sebagian, Aceh Selatan, Aceh Singkil bagian timur, kemudian Aceh Tenggara, dan sebagian Subulussalam.

“Untuk hujannya disertai dengan angin kencang namun ada juga sebagian daerah yang disertai dengan petir,” sebut Zakaria Ahmad.

Ia mengimbau, masyarakat daratan untuk lebih waspada terhadap ancaman tanah longsor dan banjir.

Terutama untuk daerah-daerah  Aceh Jaya sebagian, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Selatan, Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Singkil sebagian timur, Subulussalam, dan Aceh Tenggara.

Sementara untuk Aceh Besar dan Banda Aceh, perlu diwaspadai terhadap terjadinya banjir.(sm)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul "Kapal Penyeberangan tak Beroperasi"

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved