Breaking News:

Korbannya Masih Hidup, ‘Pembunuh’ Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Seorang guru di Meksiko dibebaskan setelah 21 tahun dipenjara atas kasus pembunuhan, karena orang yang disangka sudah mati ternyata ditemukan masih ..

Editor: Muliadi Gani
FOTO: VIA THE SUN
Manuel Valdovinos, mantan guru di Meksiko yang telanjur dipenjara 21 tahun karena tuduhan pembunuhan yang salah. Korban yang dia “bunuh”, ternyata masih hidup. 

PROHABA.CO, MEKSIKO - Seorang guru di Meksiko dibebaskan setelah 21 tahun dipenjara atas kasus pembunuhan, karena orang yang disangka sudah mati ternyata ditemukan masih hidup dan sehat di suatu tempat di Amerika Serikat.

Manuel Valdovinos, seorang guru di Kota Texcoco, Meksiko, pada tahun 2000 ditangkap dan diduga membunuh Manuel Martínez Elizalde.

Valdovinos dijatuhi hukuman 41 tahun di balik jeruji besi dan akhirnya dibebaskan pada beberapa pekan lalu, ketika orang yang diduga korban pembunuhannya ditemukan hidup-hidup di AS.

Melansir The Sun pada Kamis (22/7/2021), Valdovinos selalu mempertahankan ketidakbersalahannya dan mengeklaim polisi memukuli dan menyiksanya untuk mengakui sesuatu yang sebetulnya tidak pernah dia lakukan.

Menurut sebuah laporan lokal, polisi membawa Valdovinos ke sebuah gudang dan menggantungnya dengan rantai, memukuli, dan menyetrumnya, kemudian mereka memasukkannya ke dalam toples berisi air es agar serangan itu tidak diketahui.

Kemudian, tahun pada 2006, pengadilan Meksiko membuang bukti DNA yang mengungkapkan bahwa tubuh yang digunakan untuk menghukum Valdovinos bukanlah milik Elizalde.

Baca juga: Pimpinan Media Online di Medan Disiram Air Keras oleh OTK, Wajah Korban Melepuh

Dalam sebuah surat kepada Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, yang memberi lampu hijau pembebasannya, Valdovinos mengatakan, "Hari ini saya dapat memberitahu Anda, setelah menjadi korban penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, dan pemalsuan kejahatan.

Saya meminta Anda...untuk memberantas korupsi di dalam pengadilan, di dalam cabang yudisial, mudah-mudahan dapat diperluas terutama ke negara bagian Meksiko, karena Manuel Martínez Elizalde masih hidup dan saya adalah korban dari semua itu dan saya dapat memverifikasinya," ungkap Valdovinos.

Guru musik yang rendah hati itu mengatakan dia telah melihat banyak orang "yang kebebasannya dirampas tanpa dukungan hukum" selama berada di balik jeruji besi.

Pedro Cesar Carrizales, seorang politisi di Parlemen Meksiko, dan aktivis Bryan LeBaron, berhasil melakukan mogok makan di luar kediaman Presiden di Mexico City untuk membebaskan Valdovinos.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved