Penyintas Covid Kemungkinan Mengalami Disfungsi Kognitif
Sudah hampir dua tahun Covid-19 menyebar ke seluruh dunia, tapi penyakit ini belum benar-benar dipahami. Termasuk mengenai efek jangka panjangnya ...
PROHABA.CO - Sudah hampir dua tahun Covid-19 menyebar ke seluruh dunia, tapi penyakit ini belum benar-benar dipahami.
Termasuk mengenai efek jangka panjangnya terhadap tubuh dan otak, atau yang dikenal dengan sebutan long covid.
Terkait Covid-19, sebuah penelitian terbaru disampaikan pada Alzheimer’s Association International Conference (AAIC).
Penelitian ini menemukan bahwa terdapat kaitan antara Covid-19 dengan kognitif yang menurun.
Artinya, mereka yang sembuh dari Covid-19 atau para penyintas Covid-19 berkemungkinan mengalami disfungsi kognitif.
Selain itu, ditemukan pula percepatan penyakit Alzheimer dan gejalanya.
Pada sebagian besar pasien Covid-19 bergejala, ditemukan gejala neuropsikiatri.
Gejala ini berupa kehilangan indra perasa dan indra penciuman dalam jangka panjang disertai penurunan kognitif dan atensi.
Kondisi ini dinamakan dengan “brain fog”.
Hasil ini diketahui dari penilaian ‘biological marker’ pada pasien Covid-19 bergejala.
Baca juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 Lebih Sering Muncul pada Wanita
Ternyata, ‘biological marker ’ yang diperiksa berkaitan dengan kasus trauma otak, neuroinflamasi, dan penyakit Alzheimer.
Selain itu, banyak pula ditemukan bahwa pasien yang telah sembuh dari Covid-19 mengalami peningkatan kecemasan dan depresi.
Mereka juga mengeluhkan gangguan tidur, mudah lelah, dan berbagai gejala neurologis lainnya.
Disfungsi kognitif berkaitan juga dengan kehilangan indra penciuman.
Peneliti dari Universitas of Texas Health Science Center di San Antonio Long School of Medicine mempelajari kaitan keduanya pada pasien orang tua yang telah sembuh dari Covid-19 selama tiga sampai enam bulan.
Lebih dari setengah populasi yang diteliti menunjukkan gejala yang persisten berupa pikun.
Sebesar seperempat di antaranya memiliki masalah kognitif berupa disfungsi bahasa.
Semua masalah ini berkaitan dengan menurunnya fungsi penciuman.
Namun, tidak berpengaruh berdasarkan derajat keparahan Covid-19 yang diderita.
Terdapat ‘biological marker’ tertentu di dalam darah yang menunjukkan seseorang mengalami trauma otak, neuroinflamasi, dan penyakit Alzheimer.
Baca juga: Masyarakat Aceh Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19
Para peneliti menguji beberapa zat ini di dalam darah pasien yang telah sembuh Covid-19.
Hasilnya, ‘biological marker’ tersebut pada pasien Covid-19 cukup tinggi.
Ini menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, Covid-19 bisa mempercepat penyakit Alzheimer.
Namun, masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk mengetahui lebih dalam mengenai teori ini.
Pasien Covid-19 setelah sembuh mengalami berbagai disfungsi kognitif.
Peneliti asal University of Thessaly memeriksa kesehatan pasien Covid-19 dengan gejala ringan sampai berat yang telah sembuh.
Hasilnya, sebanyak 56,2 persen mengalami penurunan kognitif.
Angka tes kognitif mereka semakin memburuk jika dikaitkan dengan semakin tua usia, serta lingkar perut pasien.
Pasien menunjukkan saturasi oksigen yang lebih rendah setelah tes berjalan kaki selama enam menit.
Selain itu, pasien juga menunjukkan kondisi fisik yang tidak prima.
Maka patuhilah protokol kesehatan secara sungguh-sungguh agar Anda tak tertular Covid-19. (kompas.com)
Baca juga: Siapa yang Berisiko Terinfeksi Covid-19 Setelah Divaksin?
Baca juga: Corona Varian Lambda Lebih Menular dan Kebal Vaksin Covid
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/covid.jpg)