Breaking News:

IRT di Alue Dua Langsa Meninggal Tergantung, Kecewa Tak Punya Duit Jenguk Cucu Sakit

Rusmiati, (49), warga Kompleks Perumahan PT Timbang Langsa, Dusun Damai, Gampong Alue Dua, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa

Editor: bakri
KIRIMAN WARGA
JUMIRIN menangis di samping jenazah almarhum istrinya yang tewas tergantung di dapur rumah mereka, di Gampong Alue Dua, Kecamatan Langsa Baro, Kamis (26/8/2021). 

LANGSA - Rusmiati, (49), warga Kompleks Perumahan PT Timbang Langsa, Dusun Damai, Gampong Alue Dua, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Kamis (26/8/2021) pagi, ditemukan meninggal tergantung di dapur rumahnya. Keuchik Alue Dua, Hasballah, kepada wartawan menyebutkan, kematian korban pertama kali diketahui suaminya, Jumirin (53) dan anaknya sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu Jumirin terkejut melihat istrinya dalam posisi tergantung.

Tali nilon tampak terlilit ketat di lehernya. Saat dia periksa nadi sang istri ternyata tak lagi berdenyut. Jumirin seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya, mengingat korban sebelumnya sempat melaksanakan shalat Subuh. Jumirin menduga, sebagaimana dikutip Keuchik Alue Dua, Hasballah, istrinya bunuh diri seusai shalat Subuh. Soalnya, seusai shalat suara suami istri tak lagi terdengar.

Suami korban pun langsung melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa dan selanjutnya menghubungi pihak kepolisian. Motif Rusmiati bunuh diri diduga karena persoalan ekonomi. Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro SIK MH, melalui Kapolsek Langsa Barat, Iptu Mulyadi SE, mengatakan, faktor ekonomi diduga menjadi penyebab IRT ini nekat bunuh diri. Menurut Kapolsek, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Ini memperkuat dugaan bahwa korban murni bunuh diri. Kronologi kejadian Peristiwa gantung diri ini diketahui sekitar pukul 06.30 WIB. Saat ditemukan oleh suaminya di dapur korban sudah tak lagi bernyawa.

Korban tergantung dengan seutas tali jemuran (tali nilon). Dari keterangan keluarga korban, sebelum melakukan aksi bunuh diri Rusmiati sempat berencana hendak pergi ke Banda Aceh untuk menjenguk cucunya yang sakit. Namun, dikarenakan korban dan suaminya tak punya uang sehingga korban tidak jadi pergi ke Banda Aceh. Lalu pukul 06.30 WIB korban ditemukan suaminya tergantung tak bernyawa di dapur. Suaminya langsung memeluk tubuh sama istri dan meminta tolong kepada warga sekitar.

Warga pun berdatangan dan membantu mengevakuasi korban, lalu melapor kepada keuchik setempat dan meneruskan laporan kejadian itu kepada pihak berwajib. Begitupun, sang suami dan anggota keluarga lainnya tidak bersedia jenazah Rusmiati divisum oleh dokter. Mereka sudah ikhlaskan kematian almarhumah karena tidak ada tanda-tanda penganiayaan oleh pihak lain.(zb)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved