Kamis, 14 Mei 2026

Apa Efeknya Jika Anak Sering Dimarahi?

Tak jarang dalam kondisi lelah dan stres, orang tua habis kesabaran saat menghadapi tingkah laku anak, entah itu saat anak tak mau mendengarkan ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: THINKSTOCKPHOTOS.COM
ILUSTRASI anak yang sedang dimarahi. Terlalu sering dimarahi justru menyebabkan si anak pencemas, peragu, dan merasa tersudut, bahkan melawan orang tuanya. 

PROHABA.CO - Tak jarang dalam kondisi lelah dan stres, orang tua habis kesabaran saat menghadapi tingkah laku anak, entah itu saat anak tak mau mendengarkan atau mungkin, bahkan saat mendampingi anak belajar.

Akhirnya anak berujung dimarahi.

Padahal, memarahi anak juga tak bisa menjadi solusi untuk menyelesailesaikan masalah, justru kemungkinan membuat masalah lebih buruk.

Menurut dr Gitayanti Hadisukanto, Sp.KJ (K), Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Konsultan Psikiatri Anak & Remaja, memarahi anak terutama dengan berteriak, hanya membuat anak menghentikan perilakunya untuk sementara karena merasa takut, bukan karena memahami perilakunya.

“Selanjutnya anak akan tidak peduli atau bahkan menentang.

Memberikan hukuman tidak efektif untuk mengubah perilaku, karena hukuman berfokus pada perilaku negatif,” jelas dr Gita kepada Kompas.com, Dr gita melanjutkan, sebaiknya orang tua berfokus pada perilaku positif anak, yaitu dengan memberikan penghargaan (reward) seperti pujian.

Saat memuji anak lakukan hanya memuji, tidak perlu disertai dengan mengingatkan anak pada perilakunya yang negatif.

“Misalnya mengatakan, ‘Kamu hebat ya, makanya jangan seperti kemarin kamu nakal,’ dan seterusnya.

Baca juga: Ini Lima Cara Memilih Sepatu Wanita

Disadari atau tidak, hal ini sering dilakukan oleh orang tua,” ujar dokter yang praktik di RS Pondok Indah, Pondok Indah ini.

Dikatakan di Gita, jika anak melakukan hal yang buruk atau kurang baik, sebaiknya orang tua mendiskusikan perilakunya dengan nada bicara yang tenang dan tidak menasihati satu arah.

“Diskusikan, tanyakan pada anak apa konsekuensi dari perbuatannya, misalnya ketika dia merugikan orang lain atau dirinya sendiri, membuat orang lain tersinggung atau tidak nyaman,” ujarnya.

“ Orang tua dapat menanyakan pada anak apabila anak melihat orang lain melakukan hal yang sama, apa perasaan, dan pikiran yang muncul,” imbuh dr Gita.

Terlalu sering memarahi anak, menurut dr Gita, justru dapat berefek buruk dalam perkembangan psikologis anak.

Berikut ini beberapa efek buruk pada anak akibat terlalu sering dimarahi: 

Jika sering dimarahi, anak akan menjadi cemas, karena selalu mengantisipasi akan dimarahi apabila melakukan sesuatu;

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved