Kamis, 7 Mei 2026

Menparekraf

Sandiaga Uno Apresiasi Rumah Instan Karya Talogam Group Karena Berhasil Merambah Pasar Benua Afrika

Sukses merambah pasar Asia, Australia, dan Amerika dengan produk Nexalumenya, Tatalogam Group kembali mengembangkan sayapnya ke luar negeri.

Tayang:
Editor: IKL
Istimewa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno dalam pembukaan pameran Hybrid Trade Showcase 2021 yang digelar mulai tanggal 7-8 September 2021. 

PROHABA.CO, JAKARTA - Sukses merambah pasar Asia, Australia, dan Amerika dengan produk Nexalumenya, Tatalogam Group kembali mengembangkan sayapnya ke luar negeri.

Kali ini giliran Rumah Instan Domus karya PT Tatalogam Lestari yang akan merambah pasar Benua Afrika.

Tatalogam Group bersama ratusan produk UMKM Tanah Air mengikuti pameran Hybrid Trade Showcase 2021 yang digelar mulai tanggal 7-8 September 2021.

Turut hadir Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno dalam pembukaan pameran yang berlangsung berkat kerjasama KBRI Nairobi, Kenya dengan Kareem International ini.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno mengungkapkan pandemi covid-19 telah memberikan dampak yang sangat signifikan bagi seluruh sektor, tidak terkecuali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Namun ditegaskannya, seluruh pihak, termasuk dunia usaha harus terus bangkit mengingat ada 34 juta masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor parekraf.

“Tahun 2021 merupakan tahun pemulihan dan kita perlu menerapkan strategi guna membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ungkap Sandiaga Uno.

"Pandemi ini merupakan momentum bagi kita untuk berbenah diri agar lebih siap untuk bersaing dan tentunya memaksa kita untuk meningkatkan keterampilan kita," paparnya.

"Oleh karenanya kita perlu meningkatkan kualitas, baik SDM produk maupun pengelola usaha. Strategi yang dilakukan oleh Kemenparekraf dalam menghadapi era kebiasaan baru ini adalah menerapkan inovasi, adaptasi dan kolaborasi,” terang Sandiaga Uno.

Ia menjelaskan, inovasi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital dan big data.

Memanfaatkan juga artificial intelegence, Internet of thing, mechine learning dan banyak lagi hal yang berkaitan dengan teknologi kekinian.

Sedangkan adaptasi dilakukan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan CHSE atau Cleaningness, Health, Savety dan Environtmental.

Kemudian Kemenparekraf juga berkolaborasi dengan para stackholder seperti yang kali ini dilakukan bersama Kareem International sebagai perusahaan aggregator ekspor Indonesia dan juga dengan KBRI Nairobi, Kenya.

“Saya berharap, acara ini dapat membantu para pelaku UMKM produk kreatif Indonesia, pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat memulai ekspor produknya dengan mengenal target pasar dan budaya Negara tujuan, khususnya pasar Arfika yang sangat menjanjikan," jelas Sandiaga Uno.

"Afrika adalah benua masa depan. Saya percaya bahwa Kenya dan Benua Afrika secara luas merupakan pasar yang sangat menarik dan sangat potensial untuk kita kembangkan, khususnya untuk produk-produk UMKM Ekonomi Kreatif milik anak-anak bangsa,” terangnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved