Breaking News:

Taliban Rebut Lembah Panjshir, Jenderal Top Afghanistan Tewas

Taliban pada Senin (6/9) mengumumkan telah merebut Lembah Panjshir, dan turut menewaskan seorang jenderal top Afghanistan...

Editor: Muliadi Gani
AFP
Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid (tengah) berbicara kepada media di bandara di Kabul pada 31 Agustus 2021, setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari negara itu untuk mengakhiri perang 20 tahun. 

PROHABA.CO, PANJSHIR - Taliban pada Senin (6/9) mengumumkan telah merebut Lembah Panjshir, dan turut menewaskan seorang jenderal top Afghanistan.

Panjshir adalah kantong perlawanan terakhir Front Perlawanan Nasional (NRF), pasukan yang terdiri dari pejuang anti Taliban dan mantan pasukan keamanan Afghanistan.

Dalam pertempuran mempertahankan dataran tinggi tersebut, seorang komandan militer terkemuka bernama Jenderal Abdul Wudod Zara tewas.

Kematiannya dikonfirmasi NRF pada Minggu (5/9) di Twitter, sekaligus mengumumkan gugurnya juru bicara NRF, Fahim Dashty, yang juga jurnalis Afghanistan terkenal.

Taliban sempat kalah di Lembah Panjshir bulan lalu, tetapi selepas keluarnya pasukan Amerika Serikat (AS) mereka menyerang lagi dan kini menang.

"Dengan kemenangan ini, negara kami benar-benar keluar dari rawa perang," kata kepala juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, dikutip dari AFP.

Baca juga: Pakistan Beri Dukungan Udara Kepada Taliban di Panjshir

Foto yang diunggah di media sosial Taliban menunjukkan para anggotanya menduduki kantor gubernur provinsi Panjshir.

Namun, NRF mengatakan, para pejuangnya masih ada di posisi strategis di seberang lembah, dan mereka tetap melanjutkan perjuangan.

"Kami meyakinkan rakyat Afghanistan bahwa perjuangan melawan Taliban dan mitra mereka akan berlanjut sampai keadilan dan kebebasan menang," kicau NRF di Twitter dalam bahasa Inggris.

Pada Minggu (5/9) malam, mereka mengakui menderita kekalahan besar di medan perang di Panjshir dan menyerukan gencatan senjata.

NRF bersumpah untuk memerangi Taliban, tetapi juga menyatakan bersedia untuk bernegosiasi dengan kelompok tersebut. Akan tetapi, belum ada kemajuan lebih lanjut setelah kontak awal.

Lembah Panjshir terkenal sebagai tempat perlawanan terhadap pasukan Soviet pada 1980-an dan Taliban pada akhir 1990-an.(kps)

Baca juga: Universitas di Kabul Tolak Aturan Kaku Taliban bagi Mahasiswi

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved