Kamis, 16 April 2026

Kapal Penangkap Cumi-cumi Terbakar, 2 Tewas dan 25 Hilang

Sebuah kapal motor nelayan, KM Hentri terbakar saat sedang melakukan aktivitas penangkapan cumi-cumi di perairan Kabupaten Kepulauan Tanimbar,Maluku..

Editor: Muliadi Gani
kompas.com
Ilustrasi - KMP Yunice Tenggelam di Pelabuhan Gilimanuk Bali, Petugas SAR Evakuasi Korban 

PROHABA.CO, AMBON - Sebuah kapal motor nelayan, KM Hentri terbakar saat sedang melakukan aktivitas penangkapan cumi-cumi di perairan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Kapal yang mengangkut 32 Anak Buah Kapal (ABK) itu terbakar di antara perairan Pulau Molu Kepulauan Tanimbar dan perairan Maluku Tenggara.

Akibat peristiwa tersebut, dua ABK menghilang dan puluhan lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Kepala Basarnas Ambon, Mustari menjelaskan, kapal tersebut awalnya bertolak dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta pada 15 Agustus 2021 dan hendak menuju Papua.

Namun, saat melintas di perairan Kepulauan Tanimbar, kapal tersebut diterjang gelombang tinggi hingga terjadi guncangan hebat yang mengakibatkan kapal terbakar.

“Dari laporan yang kami terima, kapal tersebut terbakar di laut pada 3 September 2021 sekira Pukul 05.00 WIT,” kata Mustari, Kamis (9/9).

Mustari mengaku, pihaknya baru menerima laporan kecelakaan kapal tersebut pada Rabu (8/9).

Baca juga: Kapal Penyeberangan Lintas Simeulue ke Aceh tak Beroperasi Akibat Cuaca Buruk

Baca juga: Sebanyak 6 Orang Meninggal Dunia Setelah Kapal Penumpang KMP Yunicee Tenggelam di Perairan Gilimanuk

Berdasarkan laporan tersebut, dua ABK meninggal dunia dan 25 ABK lainnya masih dinyatakan hilang.

Puluhan ABK yang masih hilang itu melompat ke laut untuk menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.

“Laporan yang kami terima dua ABK meninggal dunia, lima ABK selamat dan 25 ABK lainnya masih hilang,” katanya.

Lakukan operasi pencarian

Mustari menjelaskan, Basarnas Ambon langsung berkoordinasi dengan Lantamal IX Ambon, Guspurla Ambon, Polairud, KPPP, dan instansi terkait lainnya untuk melakukan operasi pencarian.

Saat ini, lanjut Mustari, tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian terhadap 25 ABK yang belum ditemukan tersebut.

“Karena kita baru dapat laporan kemarin, kita langsung koordinasi dan saat ini masih dilakukan pencarian,” ujarnya.

Dari sebuah video yang beredar, tampak sebuah kapal nelayan mencoba menolong KM Hentri yang terbakar di tengah lautan.

Namun, kondisi tidak memungkinkan karena hampir semua bagian kapal sudah terbakar dan nyaris tenggelam.(kps)

Baca juga: Kapal Tanker Telihat Melayang di Antara Laut dan Langit

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved