Breaking News:

Kriminal

Tak Diberi Uang, Seorang Anak di Medan Tega Tikam Ibu Kandungnya

Robinsar Nainggolan dituntut dengan hukuman dua tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Medan, Kamis (16/9/2021), karena menikam ibu kandungnya.

Editor: IKL
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Boru Sianipar menangis di persidangan saat memberikan keterangan terkait kejahatan yang dilakukan anaknya di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (27/8/2021). 

PROHABA.CO, MEDAN - Robinsar Nainggolan dituntut dengan hukuman dua tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Medan, Kamis (16/9/2021), karena menikam ibu kandungnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Elvina Sianipar menilai, terdakwa terbukti bersalah melanggar pidana dalam pasal 44 ayat 1 UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

"Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan terdakwa Robinsar Nainggolan, dengan pidana penjara selama dua tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," kata Jaksa.

Dikatakan Jaksa, adapun yang memberatkan perbuatan terdakwa mengakibatkan saksi korban yang tak lain adalah ibunya sendiri mengalami luka.

"Yang meringankan terdakwa bersikap sopan di persidangan," kata Jaksa.

Usai mendengar tuntutan Jaksa, Majelis Hakim yang diketuai Mohammad Yusafrihardi Girsang menunda sidang pekan depan dengan agenda vonis.

Baca juga: Istri Temukan Suaminya Tewas dan Hangus Terbakar di Kebun, Penyebab Belum Diketahui

Sementara itu, dalam dakwaan Jaksa Elvina Sianipar menuturkan perkara ini,  berawal pada 04 Mei 2021 sekira 14.00 WIB lalu, saat korban sedang berada di rumahnya yang beralamat di jalan Padang Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung. 

Kemudian anak kandung yang masih tinggal dengnnya, Robinsar, meminta uang. Namun karena korban hanya memiliki sedikit uang, maka korban mengatakan kepada anaknya akan memberikannya uang sebentar lagi.

Setelah itu, korban pergi ke warung membeli kopi dan gula, kemudian  kembali lagi ke rumah. Sampai di rumah, korban melihat anaknya Robin sedang duduk di tangga rumah seorang diri. 

"Lalu korban masuk saja seperti biasa ke dapur rumah, korban kemudian korban mencuci tangan di kamar mandi. Namun saat korban sedang mencuci tangan dengan posisi berdiri, anak korban tersebut mengahapiri korban sambil mengucapkan kata-kata 'biarlah kau mati, kau bukan mamakku' saat itu korban langsung melihat ke arah belakang dan korban melihat anak korban sedang mengayunkan sebuah parang ke arah leher korban," kata Jaksa.

Halaman
12
Tags
Penikaman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved