Breaking News:

Nasional

Dianggap dapat Membahayakan Kerukunan Umat Beragama, Irjen Napoleon Ajukan 5 Poin Surat Terbuka

Beredar sebuah surat terbuka yang diduga dibuat oleh tersangka penghapusan red notice kasus suap Djoko Tjandra itu di dunia maya.

Editor: IKL
Tribunnews/Istimewa
Penampakan Muhammad Kece setelah dihajar Irjen Napoleon 

PROHABA.CO , JAKARTA  - Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Irjen Napoleon Bonaparte kepada Muhammad Kece yang merupakan sesama penghuni rumah tahanan Bareskrim Polri terus bergulir.

Terbaru, beredar sebuah surat terbuka yang diduga dibuat oleh tersangka penghapusan red notice kasus suap Djoko Tjandra itu di dunia maya.

Napoleon membuat pernyataan untuk menjawab dugaan penganiayaan terhadap tersangka kasus penodaan agama, Muhammad Kece di dalam tahanan.

Terlapor kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kosman alias Muhammad Kece, Irjen Napoleon Bonaparte angkat suara perihal dugaan penganiayaan.

Irjen Napoleon Bonaparte pun menulis surat terbuka yang disampaikan oleh kuasa hukumnya, Haposan Batubara.

Kuasa hukum Napoleon, Haposan Batubara mengonfirmasi surat terbuka yang terdiri dari lima poin itu.

Kelima poin itu disampaikan Napoleon karena apa dilakukan Muhammad Kece dianggapnya dapat membahayakan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Baca juga: Seorang Ustaz di Tangerang Ditembak Orang Tak Dikenal

Baca juga: Mobil Fortuner Hantam Mobil Agya di Perlintasan Tol Tebing Tinggi

Dalam suratnya, Napoleon menyatakan bahwa dirinya lahir dan dibesarkan sebagai seorang Muslim.

Dia menyebut Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin.

Napoleon menyatakan siapa pun berhak menghina dirinya namun tidak dengan Allah, Rasulullah dan Al-Quran

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved