Breaking News:

Bupati Ramli Ciduk Mahasiswa Sedang Berduaan di Pantai

Bupati Aceh Barat, Ramli MS, menciduk langsung pasangan siswa dan mahasiswa yang bersepi-sepi (berkhalwat) di kawasan pantai Ujong Karang

Editor: bakri
PROHABA
BUPATI Aceh Barat, H Ramli MS menasehati para pelajar dan mahasiswi di Kantor Satpol PP dan WH Aceh Barat, Selasa (21/9/2021). Mereka ditangkap di kawasan Pantai Ujung Karang Meulaboh karena dinilai melanggar syariat Islam. 

* Juga Amankan Siswa Bolos

MEULABOH - Bupati Aceh Barat, Ramli MS, menciduk langsung pasangan siswa dan mahasiswa yang bersepi-sepi (berkhalwat) di kawasan pantai Ujong Karang, Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Selasa (21/9/2021) siang.

Dalam penangkapan itu sejumlah pasangan muda-mudi sempat kabur dan sebagian lainnya berhasil ditangkap. Mereka yang tertangkap dibawa ke Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Barat.

Setelah didata, mereka terdiri atas empat orang siswa dari sejumlah sekolah di Meulaboh, sepasang mahasiswa-mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi swasta di Meulaboh, dan sepasang peserta tes CPNS asal Aceh Barat Daya.

Di kantor itu mereka diberikan pembinaan atas pelanggaran syariat Islam yang diduga mereka lakukan, yakni bersepi-sepi (berkhalwat) di Pantai Ujong Karang Meulaboh dengan pasangan nonmahram. Siswa dan mahasiswa yang ditemukan berpasangan di tempat sepi itu diperkirakan sengaja keluyuran saat jam belajar.

Bupati Ramli MS pada hari itu melakukan pemantauan langsung ke lokasi-lokasi yang dicurigai sebagai tempat anak muda bermaksiat. Termasuk ke pinggir pantai. Sebelumnya, ia juga memantau langsung penerapan syariat Islam dalam aspek kepatuhan muslimah tidak mengenakan pakaian ketat di tempat umum.

Bupati mengingatkan para mahasiswa dan pelajar tingkat SMA tersebut supaya tidak mengulangi lagi perbuatannya karena dapat merusak citra daerah dan sekolah atau kampus tempat mereka menuntut ilmu.

Setelah pembinaan, mereka yang diamankan itu dibolehkan pulang dengan syarat harus dijemput oleh keluarganya. Itu pun dengan terlebih dahulu membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatan yang melanggar syariat Islam di wilayah hukum Aceh Barat. (c45)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved