Breaking News:

Polda Tetapkan Tersangka Pencemar Nama Baik Wali Kota Langsa

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh menetapkan M alias CL, pimpinan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM)

Editor: bakri
For Serambinews.com
Kombes Pol. Winardy 

* Diisukan Mesum dengan Janda

BANDA ACEH - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh menetapkan M alias CL, pimpinan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kota Langsa sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik Wali Kota Langsa, Usman Abdullah.

"Pada hari Kamis tanggal 23 September 2021, penyidik Ditreskrimum Polda Aceh telah menetapkan M alias CL sebagai tersangka, terkait kasus yang dilaporkan Wali Kota Langsa Usman Abdullah pada 18 Agustus 2021," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy menjawab Prohaba di Banda Aceh, Senin (27/9/2021). Usman Abdullah melaporkan M kepada pihak kepolisian karena menganggap yang bersangkutan telah menyebarkan berita fitnah kepada masyarakat Langsa belum lama ini.

Ia dituduh berbuat mesum dengan seorang wanita yang berstatus janda di pendopo atau rumah dinasnya. Usman Abdullah dalam banyak pemberitaan telah membantah tegas isu yang dianggapnya sebagai fi tnah keji dan telah merusak nama baik diri dan keluarganya itu.Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Langsa, Muzammil MSP, sebelumnya juga membantah tegas isu tersebut.

"Hal ini sangat bertentangan dengan visi misi kepemimpinan Umara (Usman Abdullah- Marzuki Hamid) yang sangat mengedepankan syariat Islam, yaitu membangun Kota Langsa menjadi 'kota jasa' yang berperadaban dan islami," kata Muzammil.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy mengatakan, setelah ditetapkannya M sebagai tersangka, pada Senin (27/9/2021) yang bersangkutan langsung diperiksa sebagai tersangka. "Telah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka Senin 27 September 2021 dalam perkara fi tnah, pencemaran, dan pengancaman," katanya.

Winardy mengatakan, M dijerat pasal tentang delik fitnah, pencemaran nama baik, dan pengancaman sesuai dengan Pasal 310 KUHP, Pasal 311 KUHP, dan Pasal 369 KUHPidana. Adapun ancaman hukuman kurungan dalam kasus ini empat tahun penjara. "Akan dilakukan koordinasi dengan JPU dan segera dilakukan pengiriman berkas perkara," pungkas Kombes Winardy. (dan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved