Breaking News:

Dituduh Jadi Pelakor, Ibu Camat asal Agara Ternyata Sudah Menikah

DP, seorang wanita yang menjabat camat di Semadam, Aceh Tenggara (Agara), dituduh oleh CB, anggota DPRK Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut), berselin

Editor: bakri
Dituduh Jadi Pelakor, Ibu Camat asal Agara Ternyata Sudah Menikah
FOR PROHABA
Desy Permatasari

* Akan Dijatuhi Sanksi Jabatan

MEDAN - DP, seorang wanita yang menjabat camat di Semadam, Aceh Tenggara (Agara), dituduh oleh CB, anggota DPRK Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut), berselingkuh dan merebut suaminya. Berdasarkan penelusuran Prohaba, DP ternyata bukanlah wanita lajang, melainkan sudah menikah atau berstatus sebagai ibu rumah tangga. Suaminya disebut-sebut seorang bankir, tapi bekerja di luar Aceh Tenggara.

Bahkan ketika DP dibawa CB naik mobil ke rumah kerabatnya, lalu dipukuli oleh sang kerabat, suami DP berinisial B datang ke rumah tersebut karena dihubungi DP melalui handphone. Tak ingin istrinya terus dianiaya dan yakin persoalan itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan, sang suami menyarankan agar istrinya dibawa ke mapolsek terdekat saja. Kalau sudah di kantor polisi, ia yakin istrinya tak akan dipukuli lagi oleh orang-orang terdekat CB.

Kisah pelik ini bermula saat ARM alias Mui, suami CB, tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), diperkirakan dari Jakarta. Ia dijemput oleh sopirnya naik mobil Mitsubishi Pajero.

Kemudian, ARM mengantarkan DP pulang lantaran ingin bersama. Setiba di Kompleks Citra Garden, Jalan Padang Bulan, tiba-tiba dua unit mobil menyalip kendaraan yang ditumpangi ARM dan DP.

"Saat saya diantar di depan Kompleks Citra Garden, nggak lama kemudian tiba dua mobil lainnya, yaitu Fortuner dan Alphard menyetop kendaraan kami," kata DP kepada wartawan.

Ternyata, salah satu penumpang di mobil pencegat itu adalah CH, istri ARM. Ia bergegas turun dari mobilnya dan naik ke mobil Pajero yang ditumpangi DP.

Setelah itu, istri ARM meminta sopir turun dan berganti mengendarai mobil yang ia bawa. Saat itu di dalam mobil hanya tiga orang: CH, suaminya ARM, dan Camat DP.

Di dalam mobil, kata DP, CH mengancam dirinya lantaran dituduh sebagai pelakor (perebut laki orang). Suami CH bukan orang sembarangan. Ia tajir dan menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tanjungbalai.

Singkat cerita, DP dibawa bersama dengan ARM ke rumah MJ, di Kompleks Tasbih II, Medan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved