Kamis, 16 April 2026

Internasional

Serangan Udara Tewaskan Lebih dari 130 Pemberontak Houthi di Yaman

Lebih dari 130 pemberontak Yaman Houthi tewas dalam serangan udara di selatan Kota Marib, kata koalisi pimpinan Saudi pada Selasa (12/10/2021)...

Editor: Muliadi Gani
AFP/File
Milisi Houthi meneriakkan yel-yel kemenangan di Sanaa, Yaman. 

PROHABA.CO, RIYADH - Lebih dari 130 pemberontak Yaman Houthi tewas dalam serangan udara di selatan Kota Marib, kata koalisi pimpinan Saudi pada Selasa (12/10/2021).

Namun, pemberontak merebut sebuah distrik 25 kilometer selatan kota strategis, menurut sumber militer seperti dilansir France24, Selasa.

Ratusan pemberontak Houthi yang didukung Iran dan loyalis pemerintah tewas sejak pertempuran perebutan Marib berkobar lagi bulan lalu.

Kota dan wilayah Marib yang kaya minyak adalah benteng terakhir pemerintah yang diakui secara internasional di Yaman Utara.

Lusinan serangan baru dilakukan di Distrik Abdiya, Provinsi Marib, setelah koalisi mengatakan serangan udara sehari sebelumnya menewaskan lebih dari 150 pemberontak.

"Kami menargetkan sembilan kendaraan militer milisi Houthi di Abdiya, dan kerugian mereka melebihi 134 anggota," kata pernyataan koalisi yang disiarkan oleh media resmi Saudi.

Meskipun dihajar serangan udara, pemberontak "berada di tepi Kota Marib dari beberapa sisi setelah mengalahkan pengkhianat dan tentara bayaran... dari beberapa distrik di Marib dan membebaskan mereka sepenuhnya," kata Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan video pada hari Selasa.

Menurut sumber militer, pemberontak merebut distrik Al-Jawbah di Provinsi Marib Selatan.

Pasukan propemerintah menarik diri dari pos mereka di Al-Jawbah setelah bentrokan hebat dengan gerilyawan, kata mereka kepada AFP tanpa menyebut nama, seperti dilansir France24.

Baca juga: Taliban Rebut Lembah Panjshir, Jenderal Top Afghanistan Tewas

Yaman hancur oleh perang tujuh tahun yang mengadu pemberontak Syiah melawan pemerintah yang didukung oleh koalisi militer yang dipimpin Saudi.

Pemberontak menyerbu ibu kota nasional Sanaa, hanya 120 kilometer di sebelah barat Marib pada tahun 2014, mendorong intervensi yang dipimpin Saudi untuk menopang pemerintah pada tahun berikutnya.

Puluhan ribu orang telah tewas dan jutaan orang telah mengungsi sejak saat itu.

Pemberontak jarang mengumumkan korban di barisan mereka sendiri.

Pada hari Minggu, enam orang tewas dalam sebuah bom mobil yang menargetkan konvoi yang membawa Gubernur Aden, tapi dia selamat dari serangan itu.

Perdana Menteri Maeen Abdulmalek Saeed menyebut serangan bom di Aden sebagai "eskalasi" oleh pemberontak.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved