Sabtu, 2 Mei 2026

Kasus Covid

Kematian Covid-19 Tinggi, Presiden Bolsonaro Terancam Didakwa Pembunuhan Massal

Dilansir Reuters, senator oposisi Renan Calheiros telah menyusun dokumen setebal 1.200 halaman untuk komisi Senat yang melakukan penyelidikan.

Tayang:
Editor: IKL
AFP
Presiden Brasil Jair Bolsonaro memberi isyarat selama upacara untuk para atlet Olimpiade dan Paralimpiade yang berpartisipasi dalam Pertandingan Olimpiade Tokio 2020, di Istana Planalto di Brasilia, pada 6 Oktober 2021. 

PROHABA.CO - Presiden Brasil, Jair Bolsonaro terancam didakwa pembunuhan massal karena penanganannya selama pandemi Covid-19.

Senator yang memimpin penyelidikan kongres terhadap penanganan pandemi Covid-19 di Brasil merekomendasikan Presiden Jair Bolsonaro didakwa pembunuhan karena pemerintahannya diduga melakukan kesalahan yang menyebabkan ribuan orang meninggal.

Bolsonaro menolak penyelidikan itu dan menduga hal itu memiliki motif politik.

Baca juga: Baku Tembak di Protes Lebanon, Enam Tewas

Baca juga: Ibu di California Ketagihan Bikin Pesta Seks untuk Anak Lelakinya, Hadapi 39 Dakwaan Kriminal

Dilansir Reuters, senator oposisi Renan Calheiros telah menyusun dokumen setebal 1.200 halaman untuk komisi Senat yang melakukan penyelidikan.

Dokumen itu menuduh Bolsonaro telah menolak peluang mendapatkan vaksin Covid-19 lebih awal, menunda program vaksinasi, hingga menyebabkan 95.000 warga meninggal.

Laporan itu juga mengatakan bahwa Presiden Brasil ini melakukan tindakan berdasarkan "kepercayaan yang tidak berdasar pada teori kekebalan kelompok oleh infeksi alami dan adanya pengobatan."

Menurut laporan CNN, kutipan draf itu menuduh Bolsonaro dan pejabat pemerintah lainnya membiarkan virus corona menyebar ke seluruh populasi dengan harapan mencapai kekebalan kawanan.

Kendati demikian, laporan ini masih perlu dipilih oleh komisi Senat dan dapat diveto serta diubah.

Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung minggu depan.

Sebelumnya pada Selasa, Presiden Bolsonaro mengatakan kepada para pendukungnya bahwa penyelidikan itu adalah "lelucon".

Dia mengaku tidak khawatir dengan hal tersebut.

Laporan itu juga mengatakan dakwaan harus diajukan kepada tiga putra Bolsonaro yakni Senator Flavio, wakil federal Eduardo, dan anggota dewan kota Carlos.

Menurut dokumen, ketiga orang ini dituding menyebarkan informasi yang salah terkait Covid-19.

Lebih lanjut, laporan ini mengatakan bahwa Presiden Bolsonaro bertanggung jawab atas kesalahan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Bolsonaro dinilai tidak patuh dengan saran Kementerian Kesehatan dalam penggunaan obat-obatan yang belum terbukti efektivitasnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved