Virus Corona

Epidemolog Nilai Tes PCR Perlu untuk Penumpang Semua Transportasi

Namun dia mengingatkan, kebijakan seperti ini juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas tracing dan sistem kekarantinaan.

Editor: IKL
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Petugas medis melakukan swab kepada warga secara drive thru di Altomed, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (9/8/2021). Di masa PPKM level 4 ini banyak warga yang melakukan swab PCR atau antigen karena menjadi persyaratan dalam bepergian. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

PROHABA.CO, JAKARTA -- Epidemiolog dan Peneliti Senior Kamaluddin Latief menilai kebijakan wajib tes PCR tak hanya berlaku pada penumpang pesawat melainkan semua jenis moda transportasi, baik udara dan juga laut.

Diharapkan, pemerintah bisa menekan harga PCR serendah mungkin, bahkan jika memungkinkan, hingga mendekati batas atas harga tes antigen.

"Subsidi adalah opsi lain yang juga bisa ditawarkan pemerintah. Mekanisme di wilayah yang sulit melakukan PCR harus diatur lebih lanjut dengan membuat beberapa perkecualian atau prasyarat lain.
Ini harus dipikirkan caranya," katanya Senin (25/10/2021).

Baca juga: Polemik Penumpang Pesawat Wajib Tes PCR, Ada Yang Mendukung dan Menolak

Baca juga: Penumpang Pesawat Wajib PCR, Berikut Tarif PCR di Sejumlah Layanan Farmasi

Ia mengatakan, kebijakan wajib tes PCR dalam penerbangan di wilayah Jawa-Bali (PPKM Level 4-1) dan luar Jawa-Bali (PPKM Level 4-3) perlu dilakukan sebagai bagian proses skrining dalam upaya pengendalian pandemi.

"Kebijakan wajib tes PCR untuk penerbangan domestik adalah keharusan dan dibutuhkan. Jika mengacu kepada test Covid-19,maka gold standard-nya adalah PCR. Hal ini yang harus dipahami oleh semua pihak," ujar Kamal.

Ia mengungkapkan, dengan ancaman lonjakan kasus gelombang ke-3 dan munculnya beberapa varian baru di luar negeri, maka pelonggaran mobilitas, harus diiringi dengan penguatan skrining.

Namun dia mengingatkan, kebijakan seperti ini juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas tracing dan sistem kekarantinaan.

Menurutnya, karantina serta protokol kesehatan harus tetap dilakukan dengan ketat dan konsisten.

"Sanksi terhadap pelanggar juga harus dijalankan. Intinya, kita berupaya agar bisa membuat sistem yang mendekati ideal sesuai kapasitas optimal yang bisa kita lakukan," tegasnya.

Walaupun positivity rate di Indonesia melandai, masyarakat tetap harus waspada.

Lonjakan kasus yang meningkat tajam pada periode Juni-Juli 2021 selalu menjadi pengingat.

"Selain itu, kita juga harus belajar dari Singapura, Inggris dan Taiwan, yang memiliki kendali sistem, test dan vaksinasi relatif baik, pada akhirnya tetap kembali mengalami lonjakan kasus. Kita harus
belajar dari pengalaman seperti ini," imbuhnya.

Indonesia juga berisiko menghadapi kenaikan kasus pada akhir tahun sehubungan dengan mobilitas masyarakat yang meningkat.

"Jika kita memilih melakukan pelonggaran mobilitas, maka mau tidak mau screening ketat, dengan memilih jenis tes yang lebih sensitif yakni PCR adalah pilihan," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Epidemolog Nilai Tes PCR Perlu untuk Penumpang Semua Moda Transportasi

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved