Sabtu, 11 April 2026

Bali Lumpuh Diterjang Banjir, 9 Orang Meninggal dan 2 Hilang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat, sebanyak 127 titik banjir tersebar di enam kabupaten/kota.

Editor: Muliadi Gani
Dok Humas Polresta Denpasar
BANJIR DI BALI - Petugas gabungan saat mengevakuasi salah satu korban banjir yang ditemukan tewas di aliran sungai Taman Pancing, Kota Denpasar, Bali, pada Rabu (10/8/2025). /Dok. Humas Polresta Denpasar. 

PROHABA.CO - Bencana banjir melanda Bali sejak hujan deras mengguyur tanpa henti sejak Selasa (9/9/2025).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat, sebanyak 127 titik banjir tersebar di enam kabupaten/kota.

Kota Denpasar menjadi wilayah terdampak terparah, dengan 81 titik banjir di berbagai kawasan.

Sembilan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.

Banyak warga terpaksa mengungsi setelah rumah mereka terendam hingga ke atap.

Eka Saputra, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bali, mengonfirmasi jumlah korban jiwa dan memperingatkan masih tingginya potensi banjir susulan di beberapa wilayah dataran rendah.

“Total korban meninggal dunia mencapai 9 orang, dan dalam pencarian 2 orang lagi,” ujarnya seperti dikutip dari Tribun-Bali.com.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, dalam peninjauan ke lokasi banjir di Pasar Kumbasari, menyatakan akan segera menetapkan status darurat bencana.

Ia menyebut kondisi di lapangan sudah sangat gawat.

“Sekarang kami evakuasi dulu. Nanti akan buat status darurat bencana,” katanya.

Salah satu insiden paling mencemaskan terjadi di kawasan Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, di mana seorang anak dilaporkan terjebak di atas plafon karena air merendam rumah hingga ke atap.

“Bahkan ada anak di atas plafon karena airnya tinggi,” ungkap Jaya Negara.

Baca juga: Setelah Diterjang Banjir Luapan, Warga Langsa Gotong Royong Bersihkan Rumah

Baca juga: Tiga Tahun Teliti Suluk, Dosen UNISAI Samalanga Raih Gelar Doktor Komunikasi Islam dari UINSU Medan

Sejumlah pedagang di Pasar Kumbasari mengalami kerugian besar.

Made Merti (40), pedagang setempat, menceritakan detik-detik panik saat tembok pembatas Tukad Badung jebol pada Rabu (10/9) pukul 03.00 WITA, memicu luapan air besar.

“Semua pedagang lari ke lantai tiga. Barang sudah tidak kepikiran, hanya selamatkan diri,” katanya.

Sumber: Tribun palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved