Jumat, 5 Juni 2026

Penganiayaan Anak

Ibu Aniaya Anak Balitanya hingga Tewas, Jasad dititip pada Adik Ipar dan Karang Cerita

Bahkan, AS menyebut jika anaknya mengalami keterlambatan motorik untuk dapat merespons pesan yang disampaikan.

Tayang:
Editor: IKL
Kolase Tribunnews.com: SURYA.co.id/Firman Rachmanudin
(Kiri) AS, ibu muda yang tega menghabisi anak kandungnya (Kanan) Jasad korban saat berada di rumah sakit. 

PROHABA.CO - Seorang ibu berinisial AS (24) di Surabaya, Jawa Timur tega menganiaya anaknya yang masih balita hingga tewas.

Korban berinisial MTP (4), tewas dengan sejumlah luka di bagian tubuhnya.

Setelah korban tewas, pelaku menitipkan jenazah korban ke adik iparnya.

Kepada adik iparnya, pelaku mengatakan bahwa korban tewas karena terjatuh.

Kasus ini terungkap saat nenek korban merasa curiga setelah melihat jasad cucunya.

Sebab, di tubuh korban terdapat sejumlah luka, mulai dari bagian wajah, punggung hingga paha.

Diketahui, bocah yang tinggal di kawasan Simokerto, Surabaya tersebut, sebelumnya dirawat oleh neneknya.

Namun, saat usianya 4 tahun, korban diambil dan diasuh oleh kedua orangtuanya.

Berikut 5 fakta kasus ibu aniaya anak balitanya hingga tewas di Surabaya, sebagaimana dirangkum Tribunnews.com dari Surya:

1. Titipkan mayat ke adik ipar

Diberitakan Surya, setelah MTP tewas, AS mendatangi rumah adk iparnya bernama Indah.

AS menitipkan jenazah anaknya kepada Indah dan mengatakan bahwa korban tewas karena terjatuh.

"Karena rumahnya kakak saya (suami pelaku) ini kan di sini (serumah dengan keluarga)."

"Ibu itu datang ngabari kalau anaknya meninggal dunia. Saya lihat kok ada luka memar, katanya terjatuh. Saya percaya saja," ungkap Indah.

Baca juga: Wajah Panji Petualang Dipatuk King Kobra, Istrinya Panik dan Histeris

Baca juga: Pria Lampung Bacok Suami Mantan Istrinya, Kesal Tak Diundang Acara ke Akikah

2. Nenek curiga

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved