Kasus

LBH Beber ‘Dosa’ Jajaran Polrestabes Medan, Kapolda Sumut Dituduh Lembek

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan membeberkan ‘dosa’ jajaran Polrestabes Medan selama dipimpin oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko ...

Editor: Muliadi Gani
HO
Kolase foto Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak dan Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko. 

PROHABA.CO, MEDAN - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan membeberkan ‘dosa’ jajaran Polrestabes Medan selama dipimpin oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko.

Setidaknya, ada 10 kasus yang sempat jadi sorotan.

Namun, melihat banyaknya kasus yang timbul selama kepimpinan Kombes Riko Sunarko, Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak dinilai terlalu ‘lembek’ dalam mengawasi dan membina Kombes Riko Sunarko.

“Dapat dikatakan, Kapolda Sumut masih terlalu lembek karena kejadian personel Polrestabes Medan yang bermasalah itu berulang dan bukan hanya dalam setahun,” kata Ketua Divisi Sipil Politik LBH Medan, Maswan Tambak, Rabu (1/12/2021).

Maswan mengatakan, secara kelembagaan Polda Sumut punya kewenangan untuk turut melakukan evaluasi kepada Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko.

Namun, fungsi pengawasan itu dinilai agaknya tak berlaku terhadap Kombes Riko Sunarko.

“Sejuah ini Kapolda beberapa kali berganti di masa Kombes Riko Sunarko sebagai Kapolrestabes Medan.

Baca juga: Curi Motor Tetangga, Oknum Polisi di Medan Ternyata Positif Pakai Narkoba

Namun yang bersangkutan tidak pernah ditindak atau dievaluasi,” kata Maswan.

Karena LBH Medan menilai Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak terlalu lembek terhadap Kombes Riko Sunarko, mereka pun kemudian mengirim surat ke Mabes Polri, agar mengevaluasi Kapolrestabes Medan.

“Sehingga program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi dan Berkeadilan) yang diluncurkan Polri benar- benar dapat terlaksana dengan baik dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Adapun sejumlah kasus atau ‘dosa’ jajaran Polrestabes Medan selama ini:

1. Pada 1 September 2020 seorang saksi kasus pembunuhan atas nama Sarpan diduga mengalami penyiksaan oleh oknum Polsek Percut Seituan saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Akibatnya korban mengalami luka memar di bagian wajah dan di beberapa anggota tubuh lainnya.

Terhadap kejadian yang menimpanya korban telah membuat laporan polisi, akan tetapi dalam prosesnya korban telah melakukan pencabutan laporan setelah sepakat melakukan perdamaian.

Baca juga: Hakim PN Medan Bebaskan Terdakwa Korupsi Rp 32.5 Miliar

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved