Breaking News:

Kasus

Hakim PN Medan Bebaskan Terdakwa Korupsi Rp 32.5 Miliar

Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang diketuai Jarihat Simarmata, membebaskan Memet Soilangon Siregar terdakwa korupsi pemberian fasilitas ...

Editor: Muliadi Gani
TRIBUN MEDAN/GITA
Direktur PT Tanjung Siram, Memet Soilangon Siregar dan Mantan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank Syariah Mandiri (BSM) Perdagangan, Dhanny Surya Satrya saat sidang virtual di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (2/11/2021). 

PROHABA.CO, MEDAN - Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang diketuai Jarihat Simarmata, membebaskan Memet Soilangon Siregar terdakwa korupsi pemberian fasilitas pembiayaan yang menyebabkan negara merugi Rp 32,5 miliar.

Memet yang merupakan Direktur PT Tanjung Siram sebelumnya didakwa korupsi jual beli kebun senilai Rp 32 miliar di Simalungun dan dituntut 14 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Namun, berbanding terbalik dengan Jaksa, Majelis hakim menyatakan Memet tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan Primair dan Dakwaan Subsidiair Penuntut Umum.

“Membebaskan Terdakwa oleh karena itu dari semua dakwaan Penuntut Umum tersebut,” sebut majelis hakim dilansir dari SIPP Pengadilan Negeri Medan, Selasa (2/11/2021).

Selain itu, dalam amar putusan tersebut, majelis hakim juga memerintahkan terdakwa dikeluarkan dari tahanan.

“Memulihkan hak - hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya,” bunyi putusan itu.

Berdasarkan data yang dihimpun www. tribunmedan. com, persidangan dalam agenda putusan itu tercatat berlangsung pada Senin (1/11/2021).

Anehnya berdasarkan jadwal yang tercantum di SIPP, putusan seharusnya dibacakan hari ini Selasa (2/11/2021).

Berbeda dengan Memet, majelis hakim yang sama menjatuhkan pidana 11 tahun penjara kepada terdakwa lainnya dalam perkara ini yaitu Dhanny Surya Satrya selaku Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank Syariah Mandiri (BSM) Perdagangan.

Baca juga: PN Medan Vonis 3 Kurir Sabu asal Aceh 13 Tahun Penjara

Baca juga: Humas PN Medan Ngaku Paling Berkesan Tugas di Aceh

Direktur PT Tanjung Siram, Memet Soilangon Siregar dan Mantan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank Syariah Mandiri (BSM) Perdagangan, Dhanny Surya Satrya saat sidang di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (2/11/2021).

“Dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama 1 bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta benda atau asset terdakwa dapat disita jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang tidak mencukupi untuk membayar yang pengganti tersebut maka dipidana penjara selama 3 tahun penjara,” kata hakim.

Sebelumnya kedua terdakwa dituntut masing-masing 14 tahun penjara oleh JPU Kejari Simalungun, Asor Olodaiv Siagian.

Sebelumnya dalam dakwaan, Jaksa Asor Olodaiv menguraikan dugaan korupsi terjadi pada November 2009 sampai dengan April 2016, terdakwa Dhanny Surya Satrya bersamasama dengan terdakwa Memet Soilangon Siregar (berkas terpisah), menerima permohonan investasi dari PT Tanjung Siram.

‘’Kemudian terdakwa Dhanny selaku Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank Mandiri Syariah Perdagangan mengeluarkan surat persetujuan pemberian pembiayaan meskipun lahan dalam sengketa dan adanya mark-up harga beli yang diajukan pihak PT Tanjung Siram,” ujarnya di hadapan Hakim Ketua Jarihat Simarmata.

Lebih lanjut, kata jaksa, penyimpangan berikutnya, adanya sengketa lahan kebun Hak Guna Usaha (HGU) di Desa Aek Kanan antara PT TS dengan masyarakat sekitar mengakibatkan perpanjangan Sertifikat HGU yang akan jatuh tempo Desember 2010 tidak dapat disetujui Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumatera Utara.(tribun-medan.com)

Baca juga: Sekretaris Daerah Aceh Ikuti Workshop Anti Korupsi bersama BPK RI

Baca juga: Pengantin Baru yang Bunuh Istrinya Ternyata Sudah Nikah Siri di Medan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved