Kamis, 4 Juni 2026

Sebenarnya Alam Memberi Tanda Semeru akan Meletus

Meletusnya gunung Semeru Sabtu (4/12/2021) sore, disebut warga terjadi tiba-tiba, tak ada tanda-tanda akan meletus.

Tayang:
Editor: Bakri
ANTARA FOTO/Umarul Faruq/hp.
Alat berat terendam material awan panas erupsi Gunung Semeru di Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). PVMBG mengeluarkan rekomendasi masyarakat/pengunjung/wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah/puncak Semeru dan jarak 5 kilometer arah bukaan kawah di sektor Tenggara - Selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Semeru. 

Meletusnya gunung Semeru Sabtu (4/12/2021) sore, disebut warga terjadi tiba-tiba, tak ada tanda-tanda akan meletus.

Hal ini seperti diungkap salah satu korban yang selamat dari ganasnya erupsi gunung Semeru, yakni Sinten (60), warga Dusun Curah Kobokan, Desa Supitarung, Pronojiwo, Lumajang.

 

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Sinten menceritakan dusunnya tiba-tiba diguyur hujan abu dan batu, ada suara gemuruh dari arah gunung.

Sinten yang ketika itu sedang bersantai di ruang tamu rumahnya langsung terperanjat dan panik.

Ia lantas menggedor pintu kamar cucunya, Dewi, dan menariknya untuk melarikan diri.

 

"Gunung Semeru meletus dengan cepat. Sebelumnya, tidak ada tanda-tanda erupsi. Saat erupsi seperti kiamat," kata Sinten ketika ditemui di RSUD dr Haryato, Lumajang, Sabtu (4/12/2021) sebagaimana dilansir dari Surya.

Sementara itu, Ahli Kebencanaan UPN Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Slamet, mengatakan sebenarnya alam memberi tanda bahwa Semeru akan meletus.

Salah satu tanda yang diberikan alam, menurutnya, adalah hujan dengan intensitas tinggi atau hujan pada hari yang sama.

 

Untuk diketahui, curah hujan yang tinggi dapat memicu guguran kubah lava dan menyebabkan terjadinya luncuran awan panas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Eko menjelaskan bahwa fenomena gunung Semeru meletus Sabtu lalu merupakan erupsi sekunder.

Dia berkata, erupsi sekunder selalu terjadi di musim penghujan.

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved