Breaking News:

Kasus

Terungkap, Pengirim Dua Peti Mati Hanya Rekayasa

Setelah melakukan serangkain penyelidikan dan penyidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku yang mengirim dua peti mati dan salib di Desa ...

Editor: Muliadi Gani
Dok. Polres Dairi
Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman didampingi Kasat Reskrim AKP Rismanto J Purba, dan Kasubbag Humas Polres Dairi Iptu Doni Saleh memaparkan pengungkapan kasus pengiriman dua peti mati dan salib di Desa Paropo, Kecamatan Silahi Sabungan, Kabupaten Dairi. 

PROHABA.CO, MEDAN - Setelah melakukan serangkain penyelidikan dan penyidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku yang mengirim dua peti mati dan salib di Desa Paropo, Kecamatan Silahi Sabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Pelakunya tak lain adalah sang pelapor sendiri, yang namanya tertulis di kayu salib, yakni WS (35).

Diketahui, WS sebelumnya sempat melaporkan kasus pengiriman peti mati yang ditujukan kepada dirinya ke polisi.

Pelaku melakukan itu karena kecewa dengan hasil pemilihan calon kepala desa.

Saat itu, WS optimis calon kepala desa (cakades) yang didukungnya yakni Bongga Erwinson Situngkir akan menang.

Namun, satu desa yang direkrutnya lari suaranya.

"Motifnya kecewa. Dia kan tim sukses, jadi rupanya satu desa yang direkrutnya itu lari suaranya.

Baca juga: Terlilit Utang, Motif Tauke Rasyid Rekayasa Kasus

Jadi buat kerusuhan lah dia," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Dairi Iptu Doni Saleh saat dikonfirmasi, Senin (6/12).

Kata Doni, dua peti mati dan salib itu dipesan pelaku dari pengusaha peti di Tigapanah, Kabupaten Karo dengan harga Rp 3,6 juta.

Peti itu, sambung Doni, akan dibayar setelah sampai di tempat tujuan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved