Kasus
Terungkap, Pengirim Dua Peti Mati Hanya Rekayasa
Setelah melakukan serangkain penyelidikan dan penyidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku yang mengirim dua peti mati dan salib di Desa ...
PROHABA.CO, MEDAN - Setelah melakukan serangkain penyelidikan dan penyidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku yang mengirim dua peti mati dan salib di Desa Paropo, Kecamatan Silahi Sabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Pelakunya tak lain adalah sang pelapor sendiri, yang namanya tertulis di kayu salib, yakni WS (35).
Diketahui, WS sebelumnya sempat melaporkan kasus pengiriman peti mati yang ditujukan kepada dirinya ke polisi.
Pelaku melakukan itu karena kecewa dengan hasil pemilihan calon kepala desa.
Saat itu, WS optimis calon kepala desa (cakades) yang didukungnya yakni Bongga Erwinson Situngkir akan menang.
Namun, satu desa yang direkrutnya lari suaranya.
"Motifnya kecewa. Dia kan tim sukses, jadi rupanya satu desa yang direkrutnya itu lari suaranya.
Baca juga: Terlilit Utang, Motif Tauke Rasyid Rekayasa Kasus
Jadi buat kerusuhan lah dia," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Dairi Iptu Doni Saleh saat dikonfirmasi, Senin (6/12).
Kata Doni, dua peti mati dan salib itu dipesan pelaku dari pengusaha peti di Tigapanah, Kabupaten Karo dengan harga Rp 3,6 juta.
Peti itu, sambung Doni, akan dibayar setelah sampai di tempat tujuan.
"Ini tindakan dia (WS) pribadi. Bukan ada dari pasangan calon lain, tidak ada. Inisiatif WS sendiri," ungkapnya.
Kata Doni, atas perbuatannya, pihaknya telah menetapkan WS sebagai tersangka.
"Saat ini tersangka sudah diamankan di Satreskrim Polres Dairi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujarnya.
Baca juga: Gadis Mengaku Dibegal Saat Bawa Uang Rp 1,3 Miliar, Ternyata Hanya Rekayasa
Atas ulahnya, WS dikenakan Pasal 14 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Sebelumnya, warga Desa Paropo, Kecamatan Silahi Sabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, dihebohkan dengan adanya warga mendapatkan kiriman dua peti mati lengkap dengan salib bertulisakan namanya, Senin (29/11) sekitar pukul 16.00 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/kasus-pengiriman-dua-peti-mati.jpg)