Breaking News:

Cuaca Buruk, Ratusan Ton Ikan Mati Mendadak

Sebanyak 200 ton ikan jenis nila dan mas di keramba jaring apung Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mati mendadak

Editor: Muliadi Gani
ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/Lmo/hp.
Dua nelayan melintas di dekat ribuan ikan keramba jaring apung yang mati di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (29/4/2021). 

PROHABA.CO, AGAM - Sebanyak 200 ton ikan jenis nila dan mas di keramba jaring apung Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mati mendadak.

Hal itu akibat cuaca buruk berupa angin kencang disertai curah hujan tinggi melanda daerah itu pada Senin lalu.

Penyuluh Perikanan Kecamatan Tanjungraya, Asrul Deni Putra mengatakan, kematian ratusan ton ikan itu tersebar di dua nagari yakni, Nagari Tanjung Sani sebanyak 50 ton dan Nagari Koto Kaciak 150 ton.

"Ini data sementara yang saya peroleh dari petani dan ikan itu berasal dari ratusan petak keramba jaring apung milik 150 orang," kata Asrul, Senin (13/12).

Ia mengatakan ikan jenis nila dan mas itu mati akibat angin kencang disertai curah hujan tinggi melanda daerah tersebut.

Kondisi cuaca itu kemudian membuat terjadinya pembalikan air di dasar Danau Maninjau.

Baca juga: Ikan pada Tiga Sungai di Jawa Tak Layak Lagi Dikonsumsi

Baca juga: Seorang Suami di Siantar Tega Tusuk Istri Karena Tak Mau Diceraikan

Pembalikan itu menyebabkan sisa pakan di dasar danau yang mengandung amoniak terangkat ke atas dan membuat ikan keracunan.

Setelah itu, ikan di dalam keramba jaring apung mengalami pusing dan mati.

"Beberapa jam, bangkai ikan mengapung ke permukaan danau," katanya.

Ia mengimbau petani untuk segera memanen ikan dan memindahkan ke kolam air tenang, agar tidak mati karena curah hujan masih tinggi dan beresiko untuk kematian ikan.

Sebelumnya, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam mengimbau agar petani untuk menunda menebar bibit ikan dari September sampai Januari.

Pada bulan itu, tambahnya, curah hujan disertai angin kencang berpotensi melanda daerah itu, sehingga oksigen akan berkurang dan ikan akan mati.

"Kita telah memasang papan imbauan di sekitar Danau Maninjau," katanya.(kompas.com)

Baca juga: Gegara Habiskan Makanan, Bocah Dianiaya Ayah, Ibu dan Kakaknya

Baca juga: ODGJ Serang Warga Pakai Parang, Tiga Orang Terluka

Baca juga: Mobil Travel Masuk Jurang, Seluruh Penumpang Hilang, Terjadi di Perbatasan Sumut-Subulussalam

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved