Kamis, 14 Mei 2026

ODGJ Serang Warga Pakai Parang, Tiga Orang Terluka

Seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Majene, Sulawesi Barat, harus ditangkap karena melukai warga dengan parang panjang. Pria berinisial ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Tribun Medan/net
Ilustrasi 

PROHABA.CO, MAJENE - Seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Majene, Sulawesi Barat, harus ditangkap karena melukai warga dengan parang panjang.

Pria berinisial SR ini mengamuk di Lingkungan Pakkola, Kelurahan Banggae, dan diduga sedang stres berat karena pengaruh obat-obatan.

Dia tak hanya memarang tiga warga, namun juga melukai dirinya sendiri.

Proses evakuasinya pun berlangsung dramatis.

Rumahnya sempat dikepung puluhan warga dan keluarga korban yang marah, karena SR menyebabkan tiga warga termasuk anak-anak dirawat di rumah sakit.

Puluhan personel dari Polres Majene dikerahkan mengamankan situasi.

Mereka membujuk SR dan berusaha menenangkan warga supaya tak main hakim sendiri.

Dari penuturan warga, diketahui awalnya SR pulang dari kuburan di Saleppa.

Baca juga: Telantar di Pinggir Jalan dan Hamil Tua, ODGJ Melahirkan

Di sepanjang perjalanan pulang, si ODGJ itu merusak rumah warga yang dilalui.

Tak hanya itu, SR juga membawa senjata tajam jenis parang panjang yang terhunus, dan menebas apa saja di sepanjang jalan, termasuk warga yang ditemuinya.

Tiga warga pun dilaporkan terluka, dan harus dilarikan ke RSUD Majene.

Salah satu korban disebut anak mantan kepala lingkungan Pangalialli, Majene.

Masyarakat dan keluarga korban yang tidak terima dan mencari SR hingga ke rumahnya.

SR yang diburu warga rupanya memilih bersembunyi dan bertahan di dalam rumahnya, saat puluhan warga yang marah mendatangi rumahnya.

Tidak mudah mebujuk pelaku untuk keluar dari rumahnya. Butuh waktu cukup lama untuk menggiring SR keluar dari rumahnya, tanpa ada yang terluka lagi.

“Katanya, dia sedang kerasukan. Dia berganti fisik dengan neneknya yang sudah lama meninggal di kuburan,”jelas Haris, warga setempat.

Baca juga: Diduga Gangguan Jiwa, Pria S Cangkul Ibunya hingga Tewas

Polisi dan tokoh masyarakat turun tangan menenangkan situasi kemarahan warga, agar tak berindak atau main hakim sendiri.

Butuh waktu sekitar satu jam untuk membujuk SR agar bisa dievakuasi dari rumahnya.

Selama proses evakuasi, polisi berhasil mengamankan pelaku tanpa ada warga yang bertindak main hakim sendiri.

Saat ditangkap polisi, tampak di tubuh SR penuh dengan luka, diduga saat hendak diamankan warga, SR melukai dirinya sendiri sendiri.

Meski pengakuannya tak bisa jadi pembenaran, SR yang dinterogasi di kantor polisi mengaku baru saja menggali kuburan neneknya.

Ia mengaku sedang bertukar fisik denagn sang nenek yang sudah lama meninggal dna dikuburkan.

Lurah Banggae, Muhammad Saupa yang turun tangan menenangkan massa terus mengingatkan warganya agar masyarakat tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat “Saya harap kita semua bisa tetap menjaga keamanan dan Kantibmas,” pesannya.(kompas.com)

Baca juga: Pria di Aceh Utara Bakar Rumahnya Sendiri, Diduga akibat Gangguan Jiwanya Kumat

Baca juga: Pria Gangguan Jiwa Pingsan di Hutan Kota

Baca juga: Sidang Azis Syamsuddin, Jaksa Hadirkan Wakasatreskrim Polrestabes Semarang

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved