Virus Corona

Cegah Penyebaran Omicron, Pemerintah Diminta Tutup Sementara Penerbangan Reguler Rute Internasional

Menurutnya, hal ini tentunya sebagai upaya pencegahan masuknya virus ke Indonesia. Perlu ditutup sementara penerbangan reguler,

Editor: IKL
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah penumpang pesawat berjalan di area Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (20/12/2021). Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mencatat selama periode 1 hingga 16 Desember 2021, sebanyak 37.214 WNI melakukan perjalanan ke luar negeri melalui Bandara Soekarno Hatta, sedangkan WNI yang tiba ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta dari luar negeri sebanyak 40.557 orang. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

PROHABA.CO, JAKARTA - Pengamat penerbangan Arista Atmadjati menyarankan, agar Indonesia menutup sementara penerbangan reguler dari luar negeri menyusul adanya kasus varian baru Covid-19 Omicron yang sudah ada di Indonesia.

Menurutnya, hal ini tentunya sebagai upaya pencegahan masuknya virus ini masuk ke Indonesia. Perlu ditutup sementara penerbangan reguler, kecuali untuk penerbangan charter.

"Hal ini tentunya untuk memproteksi masyarakat dari ancaman penularan varian Omicron yang berasal dari luar negeri," kata Arista saat dihubungi Tribunnews, Selasa (21/12/2021).

Meski begitu, Arista menambahkan, saat ini pemerintah lebih baik fokus terhadap penerbangan domestik dan menghentikan sementara penerbangan internasional.

Baca juga: Milenial KSP Beri Semangat Anak-anak agar Tak Takut di Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Update Covid-19 Global 21 Desember 2021di Seluruh Dunia Sembuh dari Virus Corona

"Kemudian terkait pengecualian penerbangan khusus atau charter flight, menurut saya lebih mudah untuk melakukan screening penumpang karena penerbangannya memiliki tujuan tertentu yang spesifik," kata Arista.

Sehingga, menurut Arista, charter flight ini lebih mudah dilakukan screening penumpang dibandingkan penerbangan reguler dan risikonya tidak terlalu besar seperti penerbangan reguler berjadwal terkait penyebaran virus tersebut.

Perketat Prokes

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pengawasan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan di semua moda transportasi domestik dan internasional.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, Menteri Perhubungan telah menginstruksikan kepada otoritas dan operator transportasi agar memastikan penerapan protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik.

"Kami meminta para operator dan otoritas transportasi baik itu di prasarana terminal, stasiun, pelabuhan dan bandara agar memastikan protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik," kata Adita.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved