Selasa, 12 Mei 2026

Negara-negara Eropa Mulai Mengunci Diri Gara-gara Wabah Covid-19 Omicron

Eropa telah mencatat lebih dari 89 juta kasus dan 1,5 juta kematian terkait Covid-19, menurut angka Uni Eropa terbaru.

Tayang:
Editor: IKL
AFP/JOHN MACDOUGALL
Pengunjung memakai masker saat mereka melihat kios di pasar Natal dekat Alexanderplatz di Berlin pada 23 November 2021. (Photo by John MACDOUGALL / AFP) 

3. Inggris Raya

Perdana Menteri Boris Johnson tidak memberlakukan pembatasan untuk Inggris sebelum Natal.

Di sisi lain, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara mengumumkan pembatasan sosial.

4. Swedia

Bar, kafe, dan restoran di Swedia tidak diizinkan menerima tamu dine in atau makan di tempat setelah Rabu ini.

Para pekerja juga diimbau untuk bekerja dari rumah jika memungkinkan.

Menteri Kesehatan Lena Hallengren mengatakan, dia memperkirakan kasus Omicron akan meningkat dan memperingatkan "beban pada sistem perawatan kesehatan meningkat".

5. Belanda

Belanda telah memberlakukan pembatasan yang lebih ketat, mengumumkan penguncian ketat pada hari Senin.

Diberitakan sebelumnya, negara ini melakukan lockdown ketat selama periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 untuk menahan penyebaran wabah Covid-19 varian Omicron.

Dilansir Reuters, semua toko non-esensial seperti restoran, salon, museum, dan gym akan ditutup mulai Minggu (19/12/2021) hingga Jumat (14/1/2022).

Semua sekolah juga ditutup setidaknya hingga 9 Januari mendatang.

Namun menurut laporan terbaru, para pemimpin Eropa ingin menunda kontrol yang lebih ketat sampai setelah periode perayaan Natal jika memungkinkan.

Eropa telah mencatat lebih dari 89 juta kasus dan 1,5 juta kematian terkait Covid-19, menurut angka Uni Eropa terbaru.

Omicron yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan pada bulan lalu, telah menyebar ke seluruh dunia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved