Tahukah Anda
Ribuan Ikan Mati di Danau Maninjau, Pakar Ungkap Penyebabnya
Peneliti dari Pusat Riset Limnologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membeberkan penyebab ribuan ikan mati di Danau Maninjau, ...
PROHABA.CO, JAKARTA - Peneliti dari Pusat Riset Limnologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membeberkan penyebab ribuan ikan mati di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Sebelumnya diberitakan bahwa kematian massal ikan terjadi lantaran curah hujan tinggi disertai angin kencang di daerah tersebut, sehingga konsentrasi oksigen di Danau Maninjau berkurang.
Akan tetapi, Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset Limnologi BRIN, Dr Ir Fauzan Ali MSc mengatakan, cuaca ekstrem hanyalah faktor pemicu ribuan ikan tersebut mati.
Apabila cuaca tidak ekstrem, angin akan membuat pergerakan air di permukaan, kemudian oksigen akan terdifusi ke dalam badan air, dan kadar oksigen di kedalaman beberapa meter pun akan kembali normal.
Sementara itu, penyebab utama ikan-ikan di keramba tersebut mati ialah menurunnya kandungan oksigen di dalam air mulai dari kedalaman 0 sampai kedalaman tertentu.
"Kalau di tahun 2016 itu sampai 4 meteran kedalaman air oksigennya rendah.
Semakin dalam, maka konsentrasi oksigen di dalam air semakin kecil.
Baca juga: Cuaca Buruk, Ratusan Ton Ikan Mati Mendadak
Itu yang membuat ikan-ikan mati karena mabuk, di dalam air tidak ada oksigen," kata Fauzan kepada Kompas.com di Jakarta, Kamis (6/1/2022).
Dia tambahkan, penyebab ribuan ikan mati itu karena tidak adanya oksigen di dalam air, akibat aktivitas yang ada di Danau Maninjau, terutama keramba jaring apung (KJA).
Para peternak pun setiap hari memberikan pakan ikan-ikan di danau tersebut.
"Semakin besar ikan, semakin padat tubuhnya, jumlah makanan yang dikonsumsinya makin besar dan jumlah feses (kotoran) ikan yang keluar pun makin besar, dan itu adalah bahan organik yang harus didegradasi agar terurai," lanjutnya.
Dijelaskan Fauzan, danau vulkanik seperti Danau Maninjau memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri, karena terdapat mikroba, protozoa, dan makhluk lainnya yang dapat menguraikan bahan organik.
Namun, karena kadar bahan organik dari kotoran ikan terlalu banyak, mikroba tidak mampu lagi untuk mengurainya sehingga terbentuklah amoniak.
"Selain oksigen rendah bahkan nol konsentrasinya, jumlah amoniak juga makin banyak di dalam air.
Baca juga: Pria Malaysia Jual Tanah Demi Beli Ikan Koi Seharga Rp 1 Miliar
Padahal, kita tahu daya racun amoniak lebih tinggi daripada daya racun kekurangan oksigen," papar Fauzan menjelaskan penyebab ribuan ikan mati di Danau Maninjau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Dua-nelayan-melintas-di-dekat-ribuan-ikan-keramba-jaring-apung-yang-mati-di-Danau-Maninjau.jpg)