Rabu, 22 April 2026

Luar Negeri

Kecanduan Gula dan ‘Junk Food’, Ribuan Monyet Teror Kota di Thailand

Gerombolan monyet liar yang makin agresif meneror sebuah kota di Thailand setelah kecanduan makanan cepat saji dan minuman yang mengandung gula ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: DAILY MAIL
Seekor kera perampok di Thailand menyerbu toko lokal dan mencengkeram karton jus di giginya. 

PROHABA.CO, LOPBURI - Gerombolan monyet liar yang makin agresif meneror sebuah kota di Thailand setelah kecanduan makanan cepat saji dan minuman yang mengandung gula.

Rekaman yang diambil pada Selasa (11/1/2022) menunjukkan lusinan hewan berkeliaran di jalanan, melompati mobil, memanjat manusia, bahkan mencuri makanan dan barang-barang mereka.

Video mengejutkan lainnya menunjukkan penduduk setempat membagikan tabung plastik berisi gula dan sirop.

Monyet-monyet itu pun terlihat mengisapnya hingga kering, sebelum mengejar seorang pria yang membagikan pisang.

Rasa takut mereka terhadap manusia tampaknya berkurang.

Sejumlah monyet menunjukkan perilaku yang sangat berani, bahkan agresif.

Beberapa di antaranya memanjat kaca depan kendaraan yang bergerak dan melompati semua orang di jalan.

Penduduk setempat mengatakan, kemunculan geng saingan ke wilayah yang telah ditandai bisa mengakibatkan bentrokan parah antargeng monyet.

Baca juga: 1.500 Orang Hadiri Pesta Pemakaman Monyet di India

Kondisinya makin mengkhawatirkan sejak turis mulai kembali ke Thailand setelah pembatasan virus corona dilonggarkan pada November 2021.

Monyet Lopburi yang makin agresif mulai mengkhawatirkan penduduk.

Apalagi saat ini, jumlah primata tersebut di kota sudah berlipat ganda selama pandemi.

Jalan-jalan kota dirusak oleh ribuan kera yang kini “berbahan bakar gula”, yang bersaing keras untuk makanan dan wilayah.

Gula dan junk-food dari penduduk Kota Lopburi, sekitar 90 mil sebelah utara ibu Kota Bangkok, terkenal dengan populasi monyetnya yang menarik perhatian turis dari seluruh dunia.

Penduduk setempat bahkan mengadakan festival tahunan untuk menghormati primata itu.

Akan tetapi, selama penguncian coronavirus, kera mulai memasuki bangunan dan reruntuhan yang sepi untuk berlindung dan mulai berkembang biak.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved